Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Kamis, 24 April 2014

Berapa Banyak Kafein Bisa Disebut Berlebihan?

Banyak orang yang aktivitasnya bergantung kepada kafein. Kafein dikonsumsi jutaan orang untuk meningkatkan konsentrasi, meredakan kelelahan, dan menambah kesegaran. Namun, tentu jika dikonsumsi secara berlebihan kafein akan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.


Mengkonsumsi kafein sebanyak 400 mg sehari tampaknya masih dapat dikatakan aman bagi orang dewasa sehat. Jumlah tersebut kira-kira sama dengan yang terdapat di dalam 4 cangkir kopi, 10 kaleng cola, ataupun 2 botol minuman energi.

Walaupun kafein aman bagi orang dewasa, zat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Dan bagi remaja dan dewasa muda, konsumsi kafein sebaiknya juga dibatasi agar tidak lebih dari 100 mg sehari.

Konsumsi kafein dapat dikatakan berlebihan apabila lebih dari 500 sampai 600 mg sehari. Efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan diantaranya:
1. insomnia
2. gugup
3. merasa kurang istirahat
4. mudah emosi
5. gangguan lambung
6. jantung berdebar
7. badan gemetar

Namun jumlah tersebut tidak bisa kita jadikan patokan. Karena beberapa orang ada yang lebih sensitif dengan kafein, sehingga mengkonsumsi dalam jumlah sedikit pun sudah dapat menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan seperti merasa kurang istirahat dan gangguan tidur.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi sensitivitas seseorang terhadap kafein. Diantaranya indeks massa tubuh, usia, konsumsi obat, gangguan ansietas, dan kebiasaan mengkonsumsi kafein dimana orang yang tidak terbiasa akan lebih sensitif terhadap efek negatif dari kafein.

Penggunaan kafein untuk mengatasi gangguan performa di siang hari akibat kurangnya waktu tidur, malah justru berakibat perputaran efek yang tidak diinginkan. Contohnya Anda mungkin bisa mengatasi rasa kantuk di siang hari dengan mengkonsumsi minuman berkafein. Namun, kafein ini nantinya bisa membuat Anda sulit untuk tidur nyenyak di malam hari sehingga Anda akan merasa mengantuk di siang harinya.

Ada beberapa obat dan suplemen herbal yang dapat berinteraksi dengan kafein. Diantaranya:
1. Beberapa antibiotik. Ciprofloxacin dan norfloxacin dapat mempengaruhi pemecahan kafein di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan kafein bertahan lebih lama di dalam tubuh dan memperkuat efek negatif yang ditimbulkannya.

2. Theophylline. Obat ini memiliki efek seperti kafein. Mengkonsumsi obat ini ditambah dengan kafein, akan mengakibatkan meningkatnya konsentrasi theophylline di dalam darah. Hal ini Dapat menimbulkan efek negatif seperti mual, muntah, dan jantung berdebar.

3. Echinacea. Suplemen herbal ini juga dapat meningkatkan konsentrasi kafein di dalam darah yang juga akan meningkatkan efek negatif dari kafein itu sendiri.

Apabila Anda merasa berlebihan dalam mengonsumsi kafein dan ingin menguranginya ada satu hal yang perlu Anda ketahui. Pengurangan dosis kafein secara mendadak dapat menimbulkan efek ketagihan seperti sakit kepala, lelah, mudah emosi, dan rasa gelisah. Namun efek ini biasanya bersifat ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari. Oleh karena itu, Anda dapat mengurangi asupan kafein secara bertahap untuk meminimalisir efek tersebut.


Mayoclinic: Caffeine, How Much Is To Much?


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

4 komentar:

  1. Info yang menarik...!
    makasih..!

    BalasHapus
  2. Sehari 1 cangkir kopi rasanya cukup ;).

    BalasHapus
  3. Thanks nih infonya
    jadi tahu kandungan kafein yang mesti di serap :)
    memang sesuatu yang berlebihan tidak di anjurkan

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama