Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Senin, 13 Januari 2014

Perbandingan Perawatan White Spot Lesion

White spot lesion merupakan tanda awal dari terbentuknya lesi karies yang gambarannya berupa bercak putih opak pada permukaan gigi yang mengindikasikan terjadinya proses demineralisasi email pada area tersebut. White spot lesion juga merupakan efek samping yang tidak diharapkan dari perawatan gigi menggunakan alat ortodontik cekat. Ada beberapa perawatan yang dapat dilakukan untuk mengatasi white spot lesion, dan sebuah penelitian di Turki mencoba membandingkan perawatan mana yang memberikan hasil yang terbaik.


Penelitian yang dilakukan oleh para peneliti di Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Ege, Turki ini mencoba membandingkan efektivitas perawatan ilfiltration, topikal fluoride, dan micro-abration dalam mengatasi white spot lesion. Pada email gigi sapi, dibuatlah white spot lesion artifisial menggunakan acidic buffer solution dengan pH 5 selama 10 hari. Selanjutnya email dengan white spot lesion tersebut dibagi menjadi 4 kelompok yang diberikan 3 perawatan di atas, dan 1 kelompok tidak diberikan perawatan apa pun.

Selanjutnya, email yang sudah diberikan perlakuan tersebut diberikan pewarnaan menggunakan teh ataupun kombinasi teh dan asam sitrat selama 24 jam. Komponen warna dan tingkat perubahan warna diukur sebelum, sesudah pemberian white spot lesion, sesudah perawatan, dan sesudah pewarnaan.

Hasilnya diketahui bahwa perawatan infiltration dan micro-abration mampu mengurangi tampilan warna putih pada white spot lesion. Namun, dari tiga perawatan tersebut, hanya perawatan infiltration yang mampu menjaga warna gigi dari proses pewarnaan atau diskolorisasi.

Apa itu perawatan infiltration?

Perawatan infiltration merupakan suatu perawatan yang memiliki konsep untuk menghentikan proses demineralisasi email yang sudah terjadi. Prosedurnya diawali dengan penggunaan etsa HCl untuk mengerosi permukaan lesi agar porositas lesi terpapar. Langkah ini dilanjutkan dengan proses infiltrasi lesi tersebut menggunakan unfilled low viscosity light cured resin material. Metode perawatan micro-invasive ini menghasilkan barrier diffusion tidak hanya pada permukaan, tapi juga di dalam jaringan keras gigi yang akan menstabilkan dan menghentikan proses perjalanan karies.


Oxford Journals: Color Improvement and Stability of White Spot Lesion Following Infiltration, Micro-Abrasion, or Fluoride Treatments in In Vitro Pic: London Orto


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.

Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama