Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Selasa, 21 Februari 2012

Kulit Sensitif, Harus Bagaimana?

Kulit sensitif terkadang atau bahkan seringkali membuat penderitanya repot. Rasa percaya diri pun terganggu. Lalu harus bagaimana?

Kulit yang sensitif disebabkan oleh sistem imun tubuh yang terlalu berlebihan. Dia akan menganggap benda-benda tertentu ataupun cuaca sebagai benda asing yang harus dilawan. Proses perlawanan inilah yang akan memunculkan gejala seperti kulit berwarna kemerahan, gatal, perih, sampai mengelupas.

Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan bagi Anda yang memiliki kulit sensitif:

1. Pengharum.
Pengharum merupakan alergen nomor satu diantara berbagai jenis kosmetik dan produk perawatan kulit. Bila Anda termasuk yang memiliki kulit sensitif, pilihlah penggunaan produk kosmetik yang tidak mengandung fragrance, bersifat hipoalergenik, dan bebas formaldehid.

Apabila Anda tidak dapat menghindari penggunaan pengharum, misalnya parfum, ada trik khusus untuk Anda. Caranya dengan tidak menyemprotkan parfum secara langsung ke kulit Anda, melainkan dengan menyemprotkannya ke pakaian Anda dan biarkan sampai parfum mengering baru Anda kenakan pakaian tersebut.

2. Bahan kimia pada sabun dan cleanser.
Bahan kimia yang disebut dengan istilah surfaktan akan membuat kulit Anda terasa kesat bersih karena sangat efektif untuk membersihkan kotoran dan minyak pada kulit. Namun dia juga merupakan musuh bagi kulit yang sensitif, karena dapat merusak lipid yang terkandung di dalam kulit yang berfungsi untuk menjaganya dari kekeringan dan kerusakan. Salah satu jenis surfaktan yang banyak dipakai di berbagai produk pembersih kulit adalah sodium lauryl sulfate.

Beberapa jenis sabun juga mengandung bahan antibakteri yang dapat membuat kulit menjadi kering, seperti misalnya tetrasodium EDTA dan triclosan. Bahan ini bisa mengakibatkan gatal dan pengelupasan pada kulit yang sensitif karena hilangnya kelembaban.

Oleh karena itu, pilihlah sabun khusus untuk kulit sensitif ataupun untuk kulit kering, biasanya sabun jenis ini mengandung sodium laureth sulfate dalam kadar yang ringan. Perlu diingat, lauryl dan laureth merupakan dua bahan yang berbeda. Untuk penderita kulit sensitif, sodium lauryl sulfate harus dihindari.

3. Bahan kimia pada make up.
Ultramarine blue, yaitu suatu bahan pewarna yang terdapat pada eye shadow terkadang bersifat agak keras bagi kulit yang sensitif. Bila dia mengiritasi kulit Anda, pilihlah eye shadow dengan warna netral seperti beige atau coklat. Selain itu, bahan mika yang membuat warna make up jadi mengkilap juga bisa menimbulkan rasa gatal bagi yang sensitif.

Ada pula bahan bismuth oxychloride yang terkandung pada blushes, bronzers, dan foundations yang bisa mengiritasi terutama bila diaplikasikan menggunakan kuas, karena kuas akan mendorong partikel make up ini masuk ke dalam pori. Namun, Anda dapat mengurangi sifat iritasinya dengan menggunakan blushes, bronzers, dan foundations yang bentuknya liquid.

4. Lingkungan.
Cuaca yang cerah biasanya membuat orang senang dan bersemangat. Tapi bagi yang berkulit sensitif, cuaca cerah bisa menjadi salah satu "bencana alam".

Sinar ultraviolet dapat memutasi protein pada kulit, sehingga sel kulit rusak dan timbullah gejala seperti warna kulit yang kemerahan dan terasa terbakar.

Untuk menghindarinya gunakanlah sunblock. Namun pilihlah sunblock yang mengandung zinc
oxide atau titanium dioxide. Jangan pilih sunblock yang mengandung PABA, benzophenones, dan
cinnamates apabila Anda memiliki kulit yang sensitif.

Selain cuaca panas, udara yang dingin pun bisa mengganggu kulit yang sensitif. Udara dengan suhu yang dingin dan kelembaban yang rendah, dapat membuat kulit menjadi kering, pecah-pecah, dan kemerahan. Oleh karena itu, perlu sekali Anda menggunakan pelembab yang mengandung glycerin yang dapat mengembalikan kelembaban kulit dan menjaganya agar tidak hilang. Pakailah setiap habis mandi untuk memaksimalkan penyerapannya, dan ulangi pemakaian setiap Anda merasa membutuhkannya.

Women's Health - Sensitive Skin: What You Can Do





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Kulit Sensitif, Harus Bagaimana?”  »»

Sabtu, 18 Februari 2012

Dilelang: Model Cetakan Rahang Elvis Presley

Elvis presley Dental crown

Sebuah model cetakan rahang dari legenda rock n roll, Elvis Presley, rencananya akan dilelang bulan ini. Model rahang ini dibuat langsung oleh dokter gigi sang raja.

Model cetakan rahang lengkap dengan ekstra crown-nya ini rencananya aja dilelang seharga £ 10.000. Model ini dibuat oleh Henry J Weiss, dokter gigi Elvis di Memphis yang memberi nama model rahang yang dibuatnya ini dengan sebutan "King's Crown". Karena memang pada model ini dia telah membuatkan sebuah crown untuk berjaga-jaga apabila suatu saat gigi Elvis patah atau retak.

Model rahang dan crown ini juga disertai dengan lima surat autentifikasi dari anak dan istri dari dokter Weiss, serta dari Joe Esposito yang merupakan road manager dari Elvis.

Paul Fairweather dari Omega Auctions mengatakan bahwa mereka sangat antusias dengan pelelangan ini, setelah sebelumnya mereka juga telah berhasil melelang gigi John Lennon senilai £19,500. Walaupun ini bukan gigi asli, namun model rahang Elvis ini merupakan benda unik yang hanya ada satu di dunia.

Rencananya model rahang ini akan mulai dijual oleh Omega Auctions, Stockport, Greater
Manchester, tanggal 25 Februari nanti.

Dentistry.co.uk: Elvis Presley's dental model for sale





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Dilelang: Model Cetakan Rahang Elvis Presley”  »»

Kamis, 16 Februari 2012

Ringtone Membuat Otak "Lemot"?

Apa hubungannya? Tapi judul artikel ini bukanlah sebuah candaan. Berdasarkan  sebuah penelitian yang terdapat di Journal of Environmental Psychology bunyi ringtone, apalagi ringtone mp3 (musik), dikatakan bisa mengalihkan perhatian seseorang, membuat Anda kehilangan kemampuan mengingat informasi penting saat itu, dan membuat Anda lebih lambat untuk kembali "on" dengan pekerjaan yang sedang Anda lakukan.

Penelitian tersebut dilakukan melalui beberapa bagian. Pada tes yang pertama, naracoba diminta untuk melakukan tes menggunakan komputer. Mereka diminta untuk menyebutkan gambar-gambar yang dimunculkan di layar komputer, sementara itu peneliti membunyikan ringtone secara berkala dengan menggunakan ringtone standar dan ringtone dari lagu yang mereka kenal. Hasilnya, ketika dibunyikan ringtone standar, naracoba lebih cepat tersadar untuk kembali melanjutkan tes. Sementara itu, ketika dibunyikan ringtone dari lagu yang mereka kenal, mereka tampak lebih lambat bereaksi.

Tes kedua pun dilakukan. Naracoba dibagi menjadi dua kelompok dan diminta untuk mengikuti suatu mata kuliah. Pada kelompok pertama, peneliti mencoba untuk membunyikan ringtone selama 30 detik ketika kuliah sedang berlangsung, sedangkan pada kelompok yang lain hal ini tidak dilakukan. Hasilnya, ketika semua naracoba diberi tes tentang kuliah yang baru saja diajarkan ternyata kelompok yang mendengarkan ringtone di saat kuliah sedang berlangsung memperoleh nilai 25% lebih buruk dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan bunyi ringtone.

Jadi, apa arti dari semua hal tersebut? Ringtone yang berbunyi di tengah aktivitas yang memerlukan konsentrasi seperti ketika kuliah sedang berlangsung, atau di suatu rapat kantor, tidak hanya mengganggu konsentrasi Anda dan orang-orang di sekitar Anda, tapi juga dapat mengurangi kemampuan Anda dan rekan-rekan Anda untuk mengingat informasi penting yang diberikan saat itu.

Apa yang bisa Anda aplikasikan dari penelitian tersebut? Ikuti tips-tips berikut ini:

1. Jangan memakai ringtone menggunakan lagu-lagu yang Anda maupun orang-orang kenal ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan otak. Lagu ringtone tersebut benar-benar mengalihkan perhatian, membuyarkan konsentrasi. Kenapa? Mungkin karena kita semua suka lagu tersebut dan tidak ingin berhenti untuk mendengarkannya. Apabila Anda tidak bisa mematikan bunyi ringtone Anda, coba ganti ringtone dengan bunyi standar seperti bunyi dering telepon.

2. Apabila Anda sedang menghadiri suatu rapat dan sedang menunggu suatu panggilan telepon yang tidak bisa Anda lewatkan, sebaiknya Anda terlebih dahulu memberi tahu rekan-rekan Anda dalam rapat tersebut bahwa ponsel Anda mungkin akan berbunyi di tengah rapat. Kesadaran rekan Anda yang lain untuk kembali ke dalam topik rapat akan lebih cepat pulih bila mereka sudah mempersiapkan diri sebelumnya.

3. Sangat dianjurkan untuk mematikan dering telepon ketika Anda sedang berkendara. Seperti yang sudah diperlihatkan dalam penelitian tersebut, bunyi ringtone dapat membuat Anda bereaksi lebih lambat. Kesigapan tentu sangat dibutuhkan ketika sedang mengemudi. Bunyi ringtone dikatakan sudah cukup untuk mengalihkan perhatian dan membuat Anda bereaksi lebih lambat pada saat-saat kritis ketika sedang mengemudi.

MSNBC: Your ringtone is making me stupid





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Ringtone Membuat Otak "Lemot"?”  »»

Rabu, 15 Februari 2012

Polusi Udara Dapat Memicu Serangan Jantung Dan Stroke Hanya Dalam Beberapa Hari Saja

Anda yang memiliki risiko tinggi terhadap serangan jantung dan stroke ada baiknya untuk memperhatikan kualitas udara yang Anda hirup sekarang. Karena peneliti telah menemukan bahwa udara yang sudah mengalami polusi dapat meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung ataupun stroke hanya dalam beberapa hari saja.

Dua buah penelitian telah mengungkapkan bahwa risiko serangan jantung dan stroke dapat meningkat secara signifikan hanya dengan beberapa hari terpapar udara yang terpolusi, terutama bagi mereka yang sudah memiliki faktor pemicunya di dalam diri mereka.

Satu penelitian yang dipublikasikan di Journal of the American Medical Association edisi terbaru mengungkap bahwa risiko serangan jantung dapat meningkat sampai hampir 5% hanya dalam 7 hari berada di lingkungan dengan kadar karbonmonoksida yang tinggi.

Sementara itu, penelitian yang dipublikasikan di edisi terbaru Archives of Internal Medicine mengungkapkan bahwa risiko stroke dapat meningkat sebesar 34% hanya dengan 1 hari berada di lingkungan dengan tingkat polusi sedang. Peningkatan terbesar dari risiko stroke ini terjadi dalam 12-14 jam terpapar partikel halus yang berasal dari polusi kendaraan.

Peneliti masih belum dapat menentukan besar kuantitas dari polusi yang dapat memicu serangan jantung ataupun stroke. Namun mereka tetap menganjurkan agar orang-orang yang rentan terhadap serangan jantung ataupun stroke agar melindungi diri mereka dengan meminimalisir waktu mereka menghirup udara yang kotor. Karena dengan meningkatnya paparan baik dari segi waktu maupun kuantitas, maka risiko kesehatan ini pun meningkat.

MSNBC: Even a few days of air pollution may trigger heart attack,stroke.





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Polusi Udara Dapat Memicu Serangan Jantung Dan Stroke Hanya Dalam Beberapa Hari Saja”  »»

Selasa, 14 Februari 2012

Kurangi Berat Badan, Napas Lebih Lega

obesity asthma

Dari sebuah penelitian terbaru di jurnal Chest ditemukan bahwa sekitar 36% dari orang yang kelebihan berat badan yang didiagnosis menderita asma ternyata sebenarnya tidak menderita penyakit tersebut. Lalu, dari mana asalnya?

Menurut penulis penelitian tersebut, Stephen Scott, M.D, berat badan yang berlebih dapat menurunkan volume paru-paru yang menyebabkan napas menjadi sulit dan sesak, sama dengan gejala asma.

Jadi, apabila Anda mengalami kesulitan bernapas kunjungilah pulmonologis. Dokter akan menentukan untuk melakukan tes paru-paru supaya dapat diperoleh hasil diagnosis yang lebih akurat daripada hanya mengandalkan gejala sebagai pegangan.

Jika penyebab kesulitan bernapas berasal dari kelebihan berat bedan, belum terlambat untuk memperbaikinya. Aturlah pemasukan dan pengeluaran kalori melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik yang rutin.

Women's Health: Lose Pounds, Breathe Easier 





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Kurangi Berat Badan, Napas Lebih Lega”  »»

Rabu, 08 Februari 2012

Agenda Seminar Kedokteran Gigi

Seminar 1: Diagnosis Penyakit Gigi
dan Mulut

Sabtu, 7 April 2012
8.00 - 16.00 WIB
Hotel Karang Setra
Jln. Bungur No.2
Bandung

Materi Seminar:
Seni Mendiagnosis Berdasar Alur ICD-DA - Dr. Kosterman Usri, drg.
Diagnosis Kelainan Kongenital,
Pertumbuhan dan Perkembangan Gigi - Dr. Eriska Riyanti, drg., Sp.KGA.
Diagnosis Penyakit Jaringan Keras Gigi, Pulpa, dan Periapikal - Dr. Dudi Aripin, drg., Sp.KG.
Diagnosis Penyakit Jaringan Pendukung Gigi - Nunung Rusminah, drg., Sp.Per.
Diagnosis Penyakit Mulut dan Kelenjar Ludah - Tenny Setiani Dewi, drg., MS., Sp.PM.
Diagnosis Kista dan Neoplasma - Endang Syamsudin, drg., Sp.BM.
Kewenangan Dokter Gigi Umum Menurut SPMKG - Irman Syiarudin, drg., Sp.Pros .

Biaya
Rp. 265.000 (Rehat kopi, makan siang, sertifikat, perlengkapan seminar termasuk buku "Diagnosis dan Terapi Penyakit Gigi dan Mulut Edisi 2")

Penginapan (harga berlaku hanya bila reservasi dan pembayaran dilakukan pada saat registrasi melalui panitia)
Standard Rp. 467.500
Superior Rp. 552.500
Duluxe Rp. 650.250

Pendaftaran
Transfer Rp. 265.000 ke Rekening Nomor 8090107802 Bank BCA KCP Ahmad Yani II a.n. Randita Diany Yordian

Bukti transfer disertai nama lengkap, alamat, dan nomor HP (jika memesan hotel tambahkan tipe kamar dan tanggal menginap)
- faks ke (022)2502807 atau
- E-mail ke dentamedia@gmail.com atau
- SMS nama/ alamat/tanggal transfer/bank asal/tipe kamar/tanggal menginap ke 088218359424


Seminar 2:
One Day Seminar PDGI Indramayu
11 Februari 2012

Materi:
Painless Injection Technique dan Early Childhood Caries (3 skp)

Pembicara:
drg. dhanni Gustiana
drg. Ferry Sugianto Sp KGA.

Biaya Rp. 150.000
Transfer ke rekening Mandiri 134 0004 530 506 a.n. Faradila (HP: 081373629886)


Seminar 3: Makassar Scientific Meeting & Dental Expo 2012

16-18 Maret 2012
Hotel Sahid Jaya Makassar

Biaya:
Mahasiswa
Rp 650.000 (sebelum 15 Februari)
Rp 700.000 (15 Februari-15 Maret)
Rp 750.000 (15 Maret-onsite)

Dokter gigi
Rp 750.000 (sebelum 15 Februari)
Rp 800.000 (15 Februari-15 Maret)
Rp 850.000 (15 Maret-onsite)

Pembayaran transfer ke BNI no.rekening 02363835507 a.n Rifaat Nurrahma
Nama, alamat, no. HP, dan bukti transfer kirim melalui fax ke (0411) 433015

Cp:
drg. Nurlinda Hamrun 081355715577
drg. Achmad Farid 085656397070
drg. Rika Damayanti 085242840550



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Agenda Seminar Kedokteran Gigi”  »»

Senin, 06 Februari 2012

Jawaban Konsultasi Kesehatan

Pertanyaan:
Bagaimana tindakan para dokter menanggapi para tukang gigi yang sekarang ini makin banyak di indonesia? untuk jawabanya saya ucapkan trimakasih

Denny Kurniawan, 32, Pamekasan

Jawaban:

Kami akan coba menjawab seobjektif mungkin.

Jumlah tukang gigi yang semakin banyak sebetulnya bukan suatu hal yang perlu dikhawatirkan. Karena dengan semakin banyaknya jumlah profesi tukang gigi tentu akan sangat membantu pelayanan kesehatan gigi di masyrakat, dan tentunya akan berkontribusi terhadap berkurangnya angka pengangguran.

Yang perlu kita sangat takutkan sekarang adalah pelayanan-pelayanan yang dilakukan oleh tukang gigi, dimana sekarang sebagian besar tukang gigi melakukan pelayanan di luar kompetensi atau bidang keahlian yang diperbolehkan untuk mereka lakukan.

Menurut peraturan pemerintah, tukang gigi hanya boleh dilakukan untuk melakukan pembuatan gigi tiruan lepasan. Itu artinya bila ada tukang gigi yang memberikan pelayanan pembuatan kawat gigi, penambalan gigi, bahkan sampai pekerjaan yang berisiko tinggi seperti cabut gigi, jelas tidak diizinkan.

Dokter gigi sendiri hanya bisa memberikan masukan, edukasi dan informasi kepada pihak yang berwenang mengurus masalah ini maupun kepada masyarakat. Karena dokter gigi tidak memiliki wewenang untuk bertindak secara tegas membubarkan praktik tukang gigi yang bermasalah. Wewenang tersebut hanya dimiliki oleh pemerintah dan pihak-pihak seperti kepolisian.

Memang sudah seharusnya untuk ditertibkan. Karena sebenarnya sudah banyak korban pasien akibat perawatan tukang gigi yang dilakukan di luar standar prosedur medis. Hanya saja tampaknya pihak masyarakat yang dirugikan belum banyak yang melaporkan ke pihak yang berwajib sehingga masalah ini terus berlanjut terjadi di tengah masyarakat.





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Jawaban Konsultasi Kesehatan”  »»

Sealant Resin Vs. Glass Ionomer

dental sealant
Resin dan glass ionomer untuk perawatan sealant gigi molar yang erupsi sebagian, peneliti mencoba membandingkan dua bahan ini dalam hal retensi, marginal staining, dan cariostatic properties dalam periode 24 bulan. Mana yang lebih baik?

39 pasien yang berusia 5 sampai 9 tahun dengan gigi molar pertama bilateral yang erupsi sebagian diikut sertakan dalam penelitian ini. Setiap pasien diberikan perawatan sealant dengan menggunakan bahan resin pada gigi di sisi yang satu dan glass ionomer pada gigi di sisi yang lainnya. Selanjutnya sealant dievaluasi pada bulan ketiga, keenam, kedua belas, dan bulan kedua puluh empat.

Setelah 24 bulan pengamatan, diperoleh data bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal retention rate, 40.7% untuk grup resin dan 44.4% untuk grup glass ionomer. Dalam hal marginal staining, grup resin memperoleh persentase yang lebih tinggi daripada glass ionomer. Pada akhir penelitian, 2 sealant dari grup resin dan 3 sealant dari grup glass ionomer terlepas total. Namun, pada grup resin yang sealantnya lepas ditemukan adanya demineralisasi, sedangkan pada grup glass ionomer tidak ada.

Dari penelitian ini peneliti menyimpulkan bahwa untuk kasus sealant pada gigi yang erupsi sebagian di mana isolasi gigi dari saliva sulit dilakukan, glass ionomer merupakan pilihan yang lebih baik dibandingkan sealant resin. Untuk kasus ini glass ionomer memiliki kelebihan dimana tingkat marginal stainingnya lebih kecil dan risiko pembentukan karies yang lebih kecil pula.


The Journal Of The American Dental Association: Twenty-four month clinical evaluation of
fissure sealants on partially erupted permanent first molars (Glass ionomer versus resin-
based sealant)




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Sealant Resin Vs. Glass Ionomer”  »»