Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Sabtu, 21 Juli 2012

Dapatkah HIV Menular Melalui Aerosol Pada Penggunaan Ultrasonic Scaler Dan High Speed Handpieces?

Saat ini, masih banyak dokter gigi yang memiliki kekhawatiran untuk merawat pasien dengan infeksi menular seperti HIV ataupun hepatitis. Beberapa ada yang beranggapan virus mematikan tersebut dapat menular melalui aerosol yang terbentuk ketika melakukan perawatan yang menggunakan semprotan air, seperti high speed handpiece maupun ultrasonic scaler. Perlukah dokter gigi takut dengan hal ini?

Penggunaan instrumen seperti handpiece dan ultrasonic scaler yang memiliki semprotan air biasanya akan menghasilkan percikan air yang nampak oleh mata. Selain mengandung air, percikan ini biasanya juga mengandung saliva, darah, mikroorganisme, dan debris lainnya.

Percikan ini hanya dapat berpindah lalu menetap pada jarak yang dekat, seperti misalnya pada lantai di sekitar dental unit, di sekitar daerah operasi, pada operator, maupun pada pasien. Biasanya paling mudah percikan ini ditemukan menempel pada permukaan kacamata pelindung operator yang selanjutnya dapat mengering dengan cepat dan tidak terdeteksi lagi. Untuk menghindari penularan penyakit melalui percikan air, operator diharuskan mengenakan pelindung standar seperti masker, kacamata, baju kerja khusus, rubber dam, dan penggunaan high-volume evacuator.

Percikan air pada perawatan gigi ini juga dapat mengandung aerosol. Aerosol mengandung partikel dengan ukuran kurang dari 10 mikron sehingga tidak nampak oleh mata telanjang. Beda dengan percikan air yang akan langsung jatuh akibat grafitasi, aerosol dapat bertahan selama beberapa waktu di udara, dan dapat terhirup ke dalam saluran napas.

Walaupun telah diketahui bahwa bloodborne pathogen dapat menular melalui paparan terhadap membran mukosa, sampai sekarang belum diketahui adanya penularan melalui aerosol pada kegiatan perawatan gigi.

Pada penelitian yang dilakukan di klinik gigi dan pusat hemodialisis, tidak ditemukan adanya antigen permukaan hepatitis B di udara ketika pasien diberikan perawatan, maupun ketika dilakukan prosedur yang menghasilkan aerosol. Dari hal ini disimpulkan pula bahwa deteksi virus HIV pada aerosol kemungkinan juga tidak ada karena konsentrasi virus HIV dalam darah pada umumnya lebih rendah daripada hepatitis B.

Oleh karena itu, saat ini kemungkinan virus HIV menular melalui aerosol yang mengandung darah saat ini baru bersifat teoritis saja. Sedangkan risiko penularannya hanya melalui kontak darah melalui cedera percutaneous, dan yang paling jarang terjadi adalah kontak membran mukosa dan kulit. Yang terpenting sekarang, dokter gigi tetap menerapkan universal precaution sehingga tidak perlu khawatir pasien seperti apa yang sedang dirawatnya.


CDC: Bloodborne Pathogens and Aerosols



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

4 komentar:

  1. bagus artikelnya.. bermanfaat sekali untuk para dokter gigi yang bekerja di rumah sakit..

    BalasHapus
  2. Bagus banget...bertambah lg1 ilmu

    BalasHapus
  3. Bagus banget...bertambah lg1 ilmu

    BalasHapus
  4. Bagus banget...bertambah lg1 ilmu

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama