Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Rabu, 13 Juni 2012

Mencegah Tertelannya Benda Asing Dalam Perawatan Ortodonti

Sama seperti prosedur klinis yang lain, perawatan ortodonti juga tidak lepas dari risiko, salah satunya adalah tertelannya benda asing baik ke saluran pencernaan maupun pernapasan. Tentunya risiko ini dapat dihindari dengan melaksanakan beberapa tindakan preventif seperti yang akan kami paparkan berikut ini.

A. Seleksi pasien
Pasien berkebutuhan khusus dan pasien anak membutuhkan perhatian lebih ketika melakukan pemeriksaan awal. Pasien seperti ini terkadang agak sulit untuk memahami instruksi yang diberikan oleh klinisi. Klinisi harus yakin bahwa pasien seperti ini kooperatif. Bila perlu, klinisi dapat menunda perawatan ortodonti pada pasien anak sampai pasien agak lebih dewasa dan dapat mengikuti instruksi dari klinisi.


B. General precaution

1. Gunakan sarung tangan lateks yang memiliki tekstur sehingga klinisi dapat menggenggam instrumen dan komponen seperti bracket dengan lebih baik.

2. Pada setiap kunjungan, klinisi harus memastikan bahwa semua komponen ortodonti di dalam mulut pasien memiliki retensi dan integritas yang baik.

3. Instruksi kepada pasien harus diberikan baik secara verbal maupun tertulis bahwa pasien tidak boleh memperbaiki sendiri komponen dari pesawat ortodonti yang rusak atau lepas, melainkan harus memperbaikinya ke dokter operatornya.

4. Setiap klinik harus selalu siap untuk setiap keadaan darurat medis di setiap prosedur standar kerja mereka. Masing-masing staf harus diberikan tanggung jawab yang jelas sehingga ketika keadaan darurat terjadi mereka tidak bingung dengan apa yang harus mereka lakukan.

5. Setiap klinisi harus sudah memiliki dasar pelatihan basic life support dan first aid skill. Dan keterampilan ini direkomendasikan untuk selalu di-update minimal tiap dua tahun sekali, sedangkan untuk CPR setiap lima tahun sekali.


C. Precaution with fixed appliances

1. Molar band harus selalu diamankan dengan menggunakan dental floss yaitu dengan memasukan dental floss ke dalam tube dari molar band. Dental floss ini harus terurai sampai ke luar mulut, sehingga apabila molar band ketika dipasang tidak sengaja lepas dan tertelan, operator dapat dengan mudah menariknya lagi dengan menggunakan dental floss yang sudah terpasang.

2. Buccal tube yang dipasang menggunakan bonding ada kemungkinan untuk lepas dan tertelan. Oleh karena itu, pastikan archwire sudah terpasang ke dalam tube di setiap kunjungan pasien.

3.Pasang tampon di daerah posterior pipi, yaitu sebelah distal dari archwire untuk mencegah ujung archwire melukai mukosa pipi. Hal ini juga mencegah tertelannya potongan kawat yang mungkin tidak terjepit distal end cutter ketika archwire dipotong.

4. High volume suction harus selalu digunakan pada saat prosedur banding ataupun bonding.

5. Ujung pemotong dari instrumen harus selalu diperiksa secara berkala. Apabila sudah rusak tentu harus diganti yang baru.

6. Ketika akan melepas bracket, akan lebih aman bila bracket tetap terikat dengan archwire.

7. Micro implant harus terpasang cukup baik ke main appliance menggunakan steel ligature. Apabila ada rencana ingin memasang Nitinol spring untuk retraksi, klinisi juga harus memastikan komponen ini terpasang dengan baik ke appliance.

8. Archwire harus dipotong sesuai panjang lengkung gigi pada model. Sehingga ketika archwire dipasang, panjangnya tidak lebih dari 5 mm dari buccal tube terakhir.

9. Dianjurkan untuk memeriksa hasil potong distal end cutter apabila ada sisa kawat yang menyangkut, dan menyekanya menggunakan tampon.


D. Precautions with removable appliances

1. Komponen retensi yang terbuat dari logam harus selalu diperiksa pada setiap kunjungan. Apabila ditemukan komponen yang patah, maka pesawat ortodonti harus difabrikasi ulang.

2. Apabila terdapat keretakan pada plat akrilik, terutama pada bagian yang menerima load besar, maka pesawat ortodonti juga sudah harus difabrikasi ulang.

3. Dianjurkan untuk menggunakan bahan akrilik yang bersifat radioopak. Sehingga apabila ada fragmen akrilik yang tertelan maka dapat dengan mudah diperiksa menggunakan roentgen.


Therapeutics and Clinical Risk Management: Prevention and management of accidental foreign body ingestion and aspiration in orthodontic practice


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama