Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Kamis, 16 Februari 2012

Ringtone Membuat Otak "Lemot"?

Apa hubungannya? Tapi judul artikel ini bukanlah sebuah candaan. Berdasarkan  sebuah penelitian yang terdapat di Journal of Environmental Psychology bunyi ringtone, apalagi ringtone mp3 (musik), dikatakan bisa mengalihkan perhatian seseorang, membuat Anda kehilangan kemampuan mengingat informasi penting saat itu, dan membuat Anda lebih lambat untuk kembali "on" dengan pekerjaan yang sedang Anda lakukan.

Penelitian tersebut dilakukan melalui beberapa bagian. Pada tes yang pertama, naracoba diminta untuk melakukan tes menggunakan komputer. Mereka diminta untuk menyebutkan gambar-gambar yang dimunculkan di layar komputer, sementara itu peneliti membunyikan ringtone secara berkala dengan menggunakan ringtone standar dan ringtone dari lagu yang mereka kenal. Hasilnya, ketika dibunyikan ringtone standar, naracoba lebih cepat tersadar untuk kembali melanjutkan tes. Sementara itu, ketika dibunyikan ringtone dari lagu yang mereka kenal, mereka tampak lebih lambat bereaksi.

Tes kedua pun dilakukan. Naracoba dibagi menjadi dua kelompok dan diminta untuk mengikuti suatu mata kuliah. Pada kelompok pertama, peneliti mencoba untuk membunyikan ringtone selama 30 detik ketika kuliah sedang berlangsung, sedangkan pada kelompok yang lain hal ini tidak dilakukan. Hasilnya, ketika semua naracoba diberi tes tentang kuliah yang baru saja diajarkan ternyata kelompok yang mendengarkan ringtone di saat kuliah sedang berlangsung memperoleh nilai 25% lebih buruk dibandingkan dengan kelompok yang tidak diberikan bunyi ringtone.

Jadi, apa arti dari semua hal tersebut? Ringtone yang berbunyi di tengah aktivitas yang memerlukan konsentrasi seperti ketika kuliah sedang berlangsung, atau di suatu rapat kantor, tidak hanya mengganggu konsentrasi Anda dan orang-orang di sekitar Anda, tapi juga dapat mengurangi kemampuan Anda dan rekan-rekan Anda untuk mengingat informasi penting yang diberikan saat itu.

Apa yang bisa Anda aplikasikan dari penelitian tersebut? Ikuti tips-tips berikut ini:

1. Jangan memakai ringtone menggunakan lagu-lagu yang Anda maupun orang-orang kenal ketika melakukan aktivitas yang membutuhkan kekuatan otak. Lagu ringtone tersebut benar-benar mengalihkan perhatian, membuyarkan konsentrasi. Kenapa? Mungkin karena kita semua suka lagu tersebut dan tidak ingin berhenti untuk mendengarkannya. Apabila Anda tidak bisa mematikan bunyi ringtone Anda, coba ganti ringtone dengan bunyi standar seperti bunyi dering telepon.

2. Apabila Anda sedang menghadiri suatu rapat dan sedang menunggu suatu panggilan telepon yang tidak bisa Anda lewatkan, sebaiknya Anda terlebih dahulu memberi tahu rekan-rekan Anda dalam rapat tersebut bahwa ponsel Anda mungkin akan berbunyi di tengah rapat. Kesadaran rekan Anda yang lain untuk kembali ke dalam topik rapat akan lebih cepat pulih bila mereka sudah mempersiapkan diri sebelumnya.

3. Sangat dianjurkan untuk mematikan dering telepon ketika Anda sedang berkendara. Seperti yang sudah diperlihatkan dalam penelitian tersebut, bunyi ringtone dapat membuat Anda bereaksi lebih lambat. Kesigapan tentu sangat dibutuhkan ketika sedang mengemudi. Bunyi ringtone dikatakan sudah cukup untuk mengalihkan perhatian dan membuat Anda bereaksi lebih lambat pada saat-saat kritis ketika sedang mengemudi.

MSNBC: Your ringtone is making me stupid





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

1 komentar:

  1. wah..........makasih banyak ya tips nya,,, jadi tau nech,, moga bermamfaat bagi semua and perlu di coba nech kayaknya...

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama