Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Selasa, 28 Juni 2011

Tayangan Kekerasan Dapat Mengganggu Tidur Anak

M

embiarkan anak menonton tayangan TV yang mengandung unsur kekerasan dapat mengganggu tidur mereka, kata sebuah penelitian. Lalu apa akibatnya?

Hasil penelitian memperlihatkan bahwa anak-anak usia 3 sampai 5 tahun yang menonton tayangan yang mengandung unsur kekerasan cenderung mengalami peningkatan gangguan tidur. Tidak hanya itu, anak-anak yang menonton TV setelah lewat pukul tujuh malam juga mengalami peningkatan gangguan tidur, walaupun tayangan tersebut tidak mengandung unsur kekerasan.

Apa akibat dari tidur yang terganggu pada anak-anak? Peneliti mengatakan bahwa gangguan tidur di usia dini akan meningkatkan risiko obesitas dan prestasi yang buruk di sekolah di kemudian hari.

Anak-anak dengan TV di kamar mereka biasanya jauh lebih banyak menonton TV, dan cenderung mengalami gangguan tidur. Semakin banyak menonton TV di malam hari, dan semakin banyak tayangan kekerasan yang ditonton, maka mereka semakin cenderung untuk mengalami gangguan tidur. Tidak peduli apakah yang mereka tonton itu berupa tayangan kartun maupun live action, ataupun apakah mereka menonton TV sendirian atau bersama orang tua.

Live Science: Violent TV Linked to Kids' Sleep Problems





Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.

Kembali ke halaman utama

1 komentar:

  1. Bukannya lebih baik anak itu menonton film anak2 yang tidak mengandung kekerasan karna itu sangat berpengaruh tanpa kita sadari mungkin saja anak itu mengikutin seperti yang dia saksikan,,,, :)

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama