Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Selasa, 08 Februari 2011

Chlorhexidine dan Chlorine dioxide, Mana Yang Lebih Efektif?

mouthwash chlorhexidine chlorine dioxide
Saat ini, obat kumur yang cukup populer di kalangan dokter gigi adalah obat kumur chlorhexidine gluconate dan chlorine dioxide. Tentunya masing-masing obat kumur tersebut memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Namun, manakah di antara keduanya yang lebih efektif dalam melawan plak menurut penelitian?

Chlorine dioxide merupakan obat kumur yang salah satu cara kerjanya di dalam mulut adalah dengan melakukan proses oksidasi dari ikatan sulfida di volatile sulfur compound, yaitu suatu molekul penyebab bau mulut. Sedangkan daya antibakterinya masih belum diketahui pasti, yaitu antara melalui mekanisme oksidasi dari asam amino cysteine atau melalui mekanisme penetrasi ke dalam membran sel bakteri yang diikuti oleh proses oksidasi yang mengganggu aktivitas enzim internal bakteri.

Obat kumur chlorine dioxide diklaim aman untuk penggunaan dalam jangka waktu yang panjang dengan efek samping yang lebih minimal dibandingkan gold standar dari obat kumur yaitu chlorhexidine. Walaupun, beberapa ahli masih belum memastikan keamanannya untuk penggunaan jangka panjang.

Dan menurut sebuah penelitian, chlorine dioxide juga dinyatakan tidak memiliki interfere dengan fibroblas yang berperan penting dalam proses penyembuhan jaringan.

Chlorine dioxide tidak memiliki efek samping seperti yang dimiliki chlorhexidine, diantaranya seperti timbulnya staining pada gigi pada penggunaan yang cukup lama, rasanya yang tidak enak bagi beberapa orang, serta sedikit gangguan pengecapan.

Dengan kelebihan-kelebihan tersebut, apakah chlorine dioxide dapat mengalahkan chlorhexidine dalam hubungannya dengan tingkat akumulasi plak?

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Paraskevas dan rekan-rekan dari Department of Periodontology, Academic Center for Dentistry Amsterdam, menemukan bahwa chlorhexidine secara signifikan lebih efektif dalam menghambat pertumbuhan plak dengan skor plak indeks 1,39 dibandingkan chlorine dioxide dengan plak indeks 1,96.

Selanjutnya adalah pilihan Anda untuk memberikan obat kumur bagi pasien. Tentunya sesuaikan dengan indikasi, kontraindikasi dan kebutuhan.


PubMed: Chlorine dioxide and chlorhexidine mouthrinses compared in a 3-day plaque accumulation model

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

3 komentar:

  1. t.beny@ymail.com7 Mei 2011 06.53

    jadi klo misalnya obat kumur pasaran tuh kek LISTERIN itu g mana yah?? kandunganya (corine dioxide ato chorhexidine)ada gak efek sampingnya??

    BalasHapus
  2. GigiSehatBadanSehat9 Mei 2011 23.56

    produk tsb tidak mengandung dua bahan aktif ini...
    untuk chlorhexidine ada efek pewarnaan gigi,namun dapat dihilangkan dgn prawatn skeling.

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama