Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Jumat, 07 Januari 2011

2 Dari 3 Tutorial CPR Di Youtube Menyesatkan!

youtube
Situs Youtube bisa jadi merupakan tempat belajar yang bagus untuk belajar berdandan ala Lady Gaga ataupun belajar membuat resep masakan baru. Tapi menurut sebuah penelitian, Youtube bukanlah sumber yang terpercaya untuk belajar melakukan CPR (Cardiopulmonary Resuscitation).

Peneliti tersebut menemukan ada 52 video tutorial CPR di Youtube yang hampir setengahnya diunggah oleh orang-orang yang tidak resmi bergerak di bidang kesehatan. Video lainnya diposkan oleh kelompok pribadi (bukan orang pemerintahan atau pun perkumpulan orang medis) dan oleh orang yang mengaku dirinya merupakan instruktur CPR yang bersertifikasi, dokter ataupun paramedis.

Sebagian video memberikan informasi yang akurat tentang bagaimana melakukan CPR. Namun, banyak juga video yang menampilkan prosedur CPR dengan tidak lengkap, bahkan sama sekali salah.

Hampir 2/3 video menjelaskan irama CPR secara tidak benar, bahkan ada yang tidak menjelaskannya sama sekali. 57% video juga sedikit menjelaskan seberapa dalam penekanan dada harus dilakukan.

Berdasarkan American Heart Association (AHA), irama yang ideal dalam CPR adalah paling sedikit 100 penekanan per menit , yaitu hampir sama dengan irama lagu Staying Alive milik The Bee Gees.

Tiap tekanan harus dapat mencapai kedalaman 2 inchi (5 cm) pada orang dewasa dan anak-anak. Sedangkan pada bayi adalah sekitar 1,5 inchi. Dan sangat penting untuk menjaga agar dada kembali ke posisi semula tiap selesai melakukan penekanan.

Hal yang kurang tepat lainnya yang ada di Youtube adalah hanya sebagian video yang menganjurkan "hands only CPR". Yaitu CPR yang dilakukan hanya dengan penekanan dada tanpa dilakukan mouth to mouth breathing.

Padahal AHA dan kelompok medis lainnya sekarang menganjurkan untuk melakukan hanya hands only CPR tanpa perlu mouth to mouth breathing ketika akan melakukan tindakan penyelamatan, karena menurut sebuah penelitian keduanya sama efektifnya. Kecuali bila sang penyelamat memang memiliki keahlian khusus untuk melakukan mouth to mouth breathing. (Lebih jelasnya buka artikel kami berikut: CPR Efektif Tanpa Mouth-To-Mouth Breathing)

Sang peneliti mengatakan sebaiknya perkumpulan medis seperti AHA ataupun Palang Merah harus lebih banyak terlibat dalam pemberian informasi CPR melalui media online seperti Youtube.

Dan dengan adanya penelitian ini, pihak AHA pun akhirnya terjun langsung ke Youtube dengan mengunggah beberapa video tutorial CPR di channel-nya yang beralamat di http://www.youtube.com/user/americanheartassoc.

Pihak Palang Merah pun juga telah meluncurkan video demonstrasi hands only CPR di channelnya http://www.youtube.com/user/AmRedCross.

Dua channel Youtube tersebut merupakan dua sumber yang baik dan terpercaya mengenai informasi CPR. Walaupun begitu, peneliti juga mengatakan bahwa video AHA dan Palang Merah juga belum cukup memberikan detail yang lengkap. Informasi CPR yang lebih detail bisa didapatkan di situs mereka www.americanheart.org dan www.redcross.org.


MSNBC: 2 In 3 CPR Lessons On Youtube Are Wrong



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama