Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Jumat, 10 Desember 2010

Temporomandibular Joint (TMJ) Disorder dan Faktor Penyebabnya

tmj disorder
Kelainan sendi rahang atau temporomandibular joint (TMJ) disorder merupakan suatu kelainan yang meliputi sistem stomatognati yang dapat menyebabkan gangguan fungsi rahang. Kondisi ini dapat berhubungan dengan masalah pada otot-otot pengunyahan, TMJ itu sendiri, maupun kombinasi keduanya.

Kondisi kelainan sendi rahang (TMJ disorder) biasanya ditandai oleh berbagai gejala seperti clicking, krepitasi, terbatasnya pembukaan mulut, rasa sakit pada otot-otot pengunyahan, rasa sakit di daerah rahang, deviasi pembukaan mulut, tinitus, rasa sakit di sekitar telinga, sampai sakit kepala.

Para ahli sendiri menyatakan bahwa seseorang dapat dikatakan mengalami kelainan sendi rahang (TMJ disorder) apabila dia mengalami paling sedikit 3 gejala dari gejala-gejala yang telah disebutkan di atas.

Penyebab dari kelainan sendi rahang (TMJ disorder) sangat kompleks dan multifaktorial. Beberapa ahli mengelompokkan penyebabnya dalam 3 kelompok: predisposing factor, initiating factor, dan perpetuating factor.

Prediposing factor merupakan faktor yang dapat meningkatkan risiko kelainan ini. Meliputi kondisi sitemik seperti rheumatoid, kelainan metabolisme, nutrisi, hormon, infeksi, ataupun oleh berbagai kelainan oklusi seperti kehilangan banyak gigi posterior, open bite anterior, overbite lebih dari 6-7mm, dan crossbite unilateral.

Initiating factor merupakan faktor yang memicu kelainan sendi temporomandibular yang dapat disebabkan karena trauma yang berlebihan dan parafunctional habit. Trauma berlebihan pada sendi rahang (TMJ) biasanya dialami oleh orang-orang yang memiliki kebiasaan bruxism dan clenching, yang bisa juga dipengaruhi oleh kondisi psikologis.

Perpetuating factor merupakan faktor etiologis yang mengarah kepada penundaan proses penyembuhan, sehingga menyebabkan kelainan sendi rahang (TMJ disorder) itu menjadi menetap. Faktor ini dapat berupa kebiasaan sehari-hari yang sifatnya parafungsional, misalnya kebiasaan memiringkan kepala saat menulis atau bekerja. Kondisi lingkungan kerja yang tidak nyaman dapat membuat seseorang untuk mengulangi terus kebiasaan parafungsionalnya.


Okeson JP: Management of Temporomandibular Disorder and Occlusion



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

1 komentar:

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama