Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Selasa, 06 April 2010

Konsultasi Kesehatan 7 April 2010

Pertanyaan:
wanita yang mempunyai sel telur lebih dari 10 apakah bisa hamil?
-Vita, 30 thn, Jayapura-

Anak saya berumur 13 bulan susah sekali makan padahal saya sudah mencoba beberapa vitamin tapi belum berpengaruh pada nafsu makannya, mohon sarannnya

Sebelum menikah saya jarang sekali sariawan,
tapi setelah menikah hampir setiap bulan mengalaminya, begitu
pula dengan suami. apakah penyebabnya?
-Titah, 25, Salatiga-

Jawaban:
1. Mbak Vita,
Pada dasarnya manusia yang sehat hanya memiliki satu sel telur matang setiap bulannya, jarang sekali lebih dari satu.

Namun, ada suatu kelainan yang disebut dengan istilah sindrom ovarium polikistik atau hiperandrogen ovarium fungsional yang merupakan suatu gangguan endokrin kompleks yang ditandai dengan anoulasi dan hiperandrogen. Sindrom ini menjadi salah satu penyebab terbanyak terjadinya infertilitas atau ketidaksuburan pada wanita.

Wanita penderita sindrom ini dapat menghasilkan sel telur yang banyak yang menempel pada indung telur, namun ukurannya kecil-kecil dan tidak bisa matang. Selama sel telur tidak matang, dia tidak akan bisa keluar sehingga tidak terjadi ovulasi. Sel telur yang tidak bisa matang disebabkan oleh kadar hormon androgen yang terlalu tinggi.

Biasanya sindrom ini disertai dengan gejala seperti gangguan haid, infertilitas, dan hiperandrogen. Normalnya haid memiliki jarak antar siklus selama 26-35 hari. Bila terlalu lama atau terlalu cepat maka sudah dapat dikatakan tidak normal dan mungkin ada sesuatu yang salah dengan sel telurnya. Sedangkan hiperandrogen (hormon pria yang berlebih) biasanya ditandai dengan timbulnya banyak jerawat dan tumbuh bulu di tempat yang tidak lazim pada wanita, namun gejala ini bukanlah gejala yang spesifik.

Faktor risiko pemicu dari sindrom ovarium polikistik ini diantaranya hiperandrogen, resistensi insulin, kelebihan berat badan (obesitas), gemetik ataupun karena gangguan metabolik.

Langkah awal dari penatalaksanaan sindrom ini adalah dengan memperbaiki gaya hidup dengan cara mengubah pola makan menjadi diet rendah gula dan lemak, banyak mengkonsumsi sayuran, ditambah dengan olah raga yang teratur. Karena penurunan lima persen dari berat badan semula dapat memperbaiki pematangan sel telur dan memperbaiki resistansi insulin.

Bila tidak berhasil, maka langkah kedua yang diambil adalah dengan menggunakan obat-obatan pemicu ovulasi. Bila perlu dapat dikombinasikan dengan obat yang dapat meningkatkan sensitivitas insulin. Bila langkah kedua ini juga gagal, maka langkah selanjutnya adalah dengan melakukan operasi laparoskopi.

2. Bu Titah,
Sebenarnya, apabila kondisi anak dalam keadaan sehat dan normal dia tidak akan membiarkan dirinya kelaparan. Biasanya yang membuat anak sulit makan adalah kondisi anak yang sedang sakit, sedang tumbuh gigi, sariawan, gangguan pencernaan, ataupun gangguan psikis anak.

Apabila tidak terdapat masalah-masalah tersebut di atas, anak sulit makan dapat pula disebabkan oleh anak yang bosan dengan menu, suasana makan yang kurang menyenangkan bagi anak, tekstur makanan yang belum sesuai bagi anak, anak masih belum terampil mengolah makanan, dan lain sebagainya.

Masa sulit makan mungkin bisa berlangsung sekitar 1-2 bulan. Untuk melalui masa ini diperlukan kesabaran, kreativitas, dan konsistensi dari orang tua.

Berikut ini adalah beberapa gejala anak yang sulit makan dan solusi yang mungkin dapat dilakukan oleh orang tua:

1. Makanan dikeluarkan lagi dengan lidahnya.
Kemungkinan tekstur makanan terlalu kasar dan belum cocok dengan perkembangan mulut anak. Cobalah agar tekstur makanan lebih diperlembut lagi.

2. Makanan disembur.
Hal ini bisa disebabkan karena tekstur makanan terlalu cair. Buatlah agar makanan lebih kental agar tidak disemburkan oleh anak.

3. Makanan disimpan di dalam mulut dalam waktu yang lama.
Anak dapat dirangsang untuk mengunyah makanannya lebih cepat dengan cara menjaga kehangatan makanan. Untuk anak di atas usia 1 tahun, Anda dapat menambahkan lauk yang renyah seperti nugget, tempe goreng, ataupun bawang goreng. Dengan begitu mudah-mudahan anak terangsang untuk mengunyah makanannya.

4. Menutup mulut.
Hal ini biasanya terjadi pada anak usia 10 bulan sampai 2 tahun. Biasanya disebabkan oleh anak yang ingin protes. Cobalah cari tahu keinginan anak, dan hadapilah dengan kebijaksanaan untuk melalui masa ini.

5. Pilih-pilih makanan.
Biasanya makanan yang dihindari anak adalah sayur-sayuran. Beberapa anak juga ada yang tidak suka daging-dagingan. Cobalah buat makanan tersebut dalam bentuk yang menarik, dengan tekstur yang lebih halus, ataupun disamarkan dengan bahan makanan yang lain yang menjadi favoritnya. Anda juga perlu mencontohkan bahwa Anda menyukai makanan-makanan tersebut sehingga anak tertarik untuk mencobanya.


Untuk kondisi sariawan yang Ibu dan suami alami, mungkin dapat dilihat jawabannya melalui artikel berikut:

Sariawan: Penyebab dan Perawatannya


NB: Pertanyaan yang tidak kami tayangkan akan coba kami jawab melalui email.

Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama