Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Senin, 08 Maret 2010

Manifestasi Klinis Primary Oral Herpes dan Perawatannya

primary oral hsv
Biasanya pasien dengan infeksi herpes simplex virus primer datang kepada klinisi dalam keadaan full blown kelainan pada oral dan kondisi sistemik. Untuk membedakan dengan lesi multipel akut yang lain, yang perlu kita perhatikan adalah riwayat onset terjadinya penyakit.

Masa inkubasi dari infeksi herpes simplex virus primer umumnya berkisar antara 5-7 hari, namun dapat pula terjadi antara 2-12 hari.

Pasien dengan oral herpes primer memiliki riwayat generalized prodormal symptom yang mendahului terbentuknya lesi lokal 1-2 hari sebelumnya. Hal inilah yang membedakan infeksi ini dengan allergic stomatitis dan erythema multiform, dimana lesi lokal dan sistemik muncul bersamaan. Generalized symptom ini meliputi demam, sakit kepala, malaise, nausea, dan muntah-muntah.

Lesi lokal muncul berupa vesikel kecil yang berdinding tipis dengan inflammatory base (pinggiran ulser berwarna merah akibat inflamasi) yang dapat muncul pada seluruh bagian dari mukosa oral. Dinding vesikel ini mudah sekali pecah dan membentuk lesi ulser kecil bulat dan dangkal. Dengan bertambah parahnya penyakit, lesi ulser ini akan bergabung satu sama lain membentuk ulser yang lebih besar dengan bentuk yang tidak teratur.Tidak adanya riwayat herpes labialis rekuren dan adanya riwayat kontak dengan penderita lain juga dapat membantu kita dalam membuat diagnosis penyakit ini.

Gambaran yang paling penting dari penyakit ini adalah adanya gambaran gingivitis kronis akut generalisata, dimana seluruh gusi dalam keadaan oedem dan inflamasi. Beberapa ulser kecil pada gusi juga dapat muncul. Pada pemeriksaan juga ditemukan inflamasi pada faring posterior, serta adanya pembengkakan dan rasa sakit pada nodus limfatikus submandibular dan serfikal. Pada beberapa kasus, HSV primer dapat pula menimbulkan lesi pada bibir dan wajah tanpa menimbulkan lesi intra oral.

Pada anak-anak, HSV primer merupakan penyakit yang bersifat self limiting. Demam biasanya akan hilang dalam 3-4 hari, sedangkan lesi akan mulai menyembuh dalam 7 sampai 10 hari, walaupun virus akan tetap berada dalam saliva sampai selama 1 bulan setelah onset penyakit.

PERAWATAN
Perawatan pada kasus ringan, cukup dengan perawatan suportif. Perawatan suportif rutin termasuk diantaranya penggunaan aspirin atau parasetamol untuk mengatasi demam dan asupan cairan untuk menjaga hidrasi dan keseimbangan elektrolit.

Apabila pasien kesulitan makan atau minum, dapat diaplikasikan topikal anestesi pada lesi sebelum makan. Topikal anestesi yang dapat digunakan adalah dyclonine hydrochloride 0.5% atau dengan menggunakan larutan diphenhydramine hydrochloride 5 mg/mL yang dicampur dengan milk of magnesia dalam jumlah yang sama.

Untuk kasus berat diperlukan tambahan penggunaan obat. Manajemen infeksi herpes simplex mengalami perkembangan yang signifikan sejak ditemukannya acyclovir. Acyclovir tidak memiliki efek terhadap sel normal namun dapat menghambat replikasi DNA pada sel yang terinfeksi virus.

Selain acyclovir sekarang juga sudah ada obat antiherpes yang baru, valacyclovir dan famciclovir. Kelebihan obat baru ini adalah bioavailabilitas yang meningkat sehingga hanya diperlukan dosis yang lebih kecil untuk mendapatkan perawatan yang efektif.

primary oral hsvPenggunaan antibiotik biasanya tidak diperlukan dalam perawatan infeksi herpes primer, dan penggunaan kortikosteroid merupakan kontraindikasi. Untuk pencegahan infeksi di kemudian hari, nantinya dapat dilakukan vaksinasi menggunakan vaksin HSV yang telah dilemahkan secara genetik.


Source:
Greenberg, M.S.; and M. Glick. 2003. Burket's Oral Medicine: Diagnosis & Treatment. 10th edition.




Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

2 komentar:

  1. Dok..mau tanya,jika herpes labialis primer kita obati dgn cepat maka tidak akan terjadi herpes labialis rekuren???thx dok..

    BalasHapus
  2. GigiSehatBadanSehat9 April 2010 05.44

    @anonim:
    Menurut literatur, tingkat rekurensi infeksi virus herpes simpleks adalah sekitar 20-40%. Rekurensi ini disebabkan oleh teraktivasinya virus yang bersembunyi di dalam jaringan saraf.

    Biasanya virus teraktivasi karena trauma terhadap bibir, demam, sunburn, imun yang menurun, menstruasi, dan mungkin juga akibat stress emosional.

    Setelah pengobatan infeksi herpes primer, virus biasanya tetap masih ada namun dalam keadaan inaktif. Untuk mencegahnya tentu saja dengan menjaga daya tahan tubuh dan menghindari trauma agar virus tidak teraktivasi.

    Dan perlu diketahui bahwa penggunaan obat hanya dilakukan pada kasus berat. Pada kasus ringan cukup dengan terapi suportif sampai daya tahan tubuh meningkat.

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama