Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Selasa, 30 Juni 2009

Resiko Kanker Meningkat Akibat Kekerasan Fisik Di Masa Kecil

abuse kidsSebuah penelitian yang cukup menarik telah dilakukan oleh para peneliti Kanada. Siapa yang menyangkan kalau kekerasan yang dialami pada masa anak-anak dapat meningkatkan resiko terhadap kanker.


Para peneliti dari University of Toronto telah menyimpulkan bahwa kekerasan fisik di masa kecil berhubungan dengan 49% peningkatan resiko kanker ketika dewasa.

Beberapa faktor psikofisiologis dapat menjelaskan mengapa hal ini dapat terjadi. Sarah Brennenstuhl, rekan penulis dari penelitian ini, mengatakan bahwa satu hal yang perlu diteliti selanjutnya adalah kortisol.

Kortisol merupakan suatu hormon yang berperan dalam menentukan keputusan "fight or flight" terhadap suatu ancaman. Hormon inilah yang kemungkinan menjelaskan hubungan antara kekerasan fisik dengan kanker.

Rencananya penelitian ini akan ditampilkan dalam jurnal Cancer tanggal 15 Juli nanti.

Tentunya penelitian ini dapat menambah wawasan baru bagi kita tentang peabuse kidsnyakit mematikan ini. Dan bukanlah hal yang tidak mungkin dengan semakin berkembangnya ilmu pengetahuan seperti sekarang, penyakit semacam kanker bisa menjadi penyakit yang tidak perlu ditakutkan lagi. Kita harap begitu...

Abused Kids Face Higher Cancer Risk



Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

5 komentar:

  1. wew,,

    gitu tohh,,

    aduh gawat nih,, dulu sering males makan,, di hajar sama nyokap hahahaha

    BalasHapus
  2. Izinkan saya menjawab tentang reiki sebagaimana telah Mas/Mbak/Sdr tanyakan di blog saya beberapa hari lalu. Reiki adalah teknik penyembuhan alami tanpa obat dan bisa digunakan secara parralel dengan teknik kedokteran. Dengan kata lain pasien yang sedang/telah berobat ke dokter tapi belum ada kesembuhan diharapkan terus berkonsultasi dengan dokter yang telah merawatnya. Sedangkan reiki sendiri juga kita gunakan sebagai terapi komplementer mengiringi terapi kedokteran.
    Penyakit yang telah berhasil disembuhkan dengan reiki sebenarnya banyak dari penyakit ringan hingga berat misalnya kanker. Namun penanganan kanker di sini juga menggunakan tenaga medis dokter dan reiki kita salurkan sebagai backup baik secara langsung atau jarak jauh. Memang telah banyak praktisi reiki yang menerapi penyakit kanker dan dinyatakan dokter sudah berat, tetapi setelah dibantu reiki dan diperiksakan kembali ke dokter ternyata sel kanker yang telah menyebar bisa dipatahkan bahkan dibakar dengan salah satu simbol reiki yang khusus digunakan untuk menghambat sekaligus menghancurkan sel-sel kanker.
    Sedangkan kasus penyakit ringan misal sakit gigi kalau rasa sakitnya sudah tidak ketulungan lagi dan pasien begitu tersiksa langkah reiki adalah mengurangi rasa sakit dan bengkak gigi dan ternyata sakitnya berkurang bahkan hilang. Namun bila gigi telah berlubang ya tindakan dokter gigi dulu menangani gigi berlubang. Kalau perlu dicabut ya dicabut bila gigi sudah busuk.Ada kalanya dalam tahap ini ada pasien lalu mengalihkan pengobatannya dengan reiki dan setelah ditangani reiki bisa sembuh bahkan keluhan sakit gigi hilang asal pasien tersebut rajin konsultasi ke dokter gigi dan menjaga kebersihan rongga mulut dan gigi.
    Sebenarnya banyak penyakit yang telah bisa diatasi dengan reiki yang oleh kalangan kedokteran sudah tidak bisa disembuhkan tetapi kalau Tuhan berkehendak sembuh...ya sembuh.
    Mengenai keinginan belajar reiki secara mandiri bisa asal Mas/Mbak/Sdr sudah menjalani satu tahapan penting dalam belajar dan praktek reiki ialah proses attunement. Tanpa attunement kita tidak bisa terhubung/mengakses reiki dan dengan sendirinya tidak akan bisa menyalurkan reiki.Baru setelah proses attunement kita bisa setiap waktu mengakses reiki untuk keperluan pribadi dan orang lain dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.
    Sedangkan buku-buku reiki banyak tersedia di toko buku Gramedia Bandung diantaranya Hidup Sehat dengan Reiki karya Prof.Dr.Sutan Syahdeini S.H/Reiki karya Tjiptadinata Effendi/Reiki karya Irmansyah Effendi/Inti Reiki karya Dr. Riko Rahardian/Muzizat Tasawuf Reiki karya Samsul Bakri/Reiki Tao karya Khusnul Hadi/Hikata Reiki karya Soegoro S.H
    Teman-teman saya banyak dari kalangan dokter yang juga praktisi reiki. Agar jelas reiki saya persilahkan menghubungi Ibu Susi Sulastri SH Reiki Master Bandung di 081792811937 atau kunjungi di http://www.waskitareikippa.com

    BalasHapus
  3. wah emang penyakit kanker tuh awal dari segala bencana. emosi juga mempengaruhi virus semakin menjalar

    BalasHapus
  4. Mudah2an gw ga kena secara dulu waktu kecil gw juga sering di hajar bokap hwaaaaa

    BalasHapus
  5. Agar bisa mengakses energi reiki maka calon praktisi reiki harus diselaraskan dulu pola getaran energi pribadi dengan sumber energi alam semesta (reiki) yang hanya dapat dilakukan oleh seorang Reiki Master yang minimal sudah menguasai teknik pengajaran reiki sekaligus sudah memahami tata cara attunement (penyelarasan)berikut simbol-simbol attunement reiki.
    Jadi Reiki Master sudah mempunyai kewenangan spiritual dalam memberikan penyelarasan kepada calon praktisi reiki. Sebenarnya Anda Mas/Mbak sendiri sudah mempunyai pola getaran energi pribadi sebagai defauld pembawaan dari lahir namun saluran energi masih kecil dan chakra utama yang dipunyai juga tidak aktif dan berkembang. Sebagai contoh coba Mas/Mbak mengusap kedua telapak tangan agak beberapa saat lalu segera arahkan salah satu telapak tangan dimaksud ke lengan tangan. Akan terasa ada getaran halus/lembut tetapi sangat lemah dan tidak cukup untuk bisa menembus organ dalam tubuh sendiri. Ini berarti siapapun orang mempunyai energi tetapi lemah dan tidak terhubung dengan sumber energi alam semesta. Agar frekwensi pola getaran energi milik kita sinkron dengan pola getaran energi alam semesta (reiki) maka perlu tindakan penyelarasan energi yang hanya bisa dilakukan oleh guru reiki (reiki master). Proses penyelarasan/attunement bukan pengisian "sesuatu" kekuatan ghaib terhadap diri kita. Bukan...attunement hanyalah jalan pintas agar dengan niat semata getaran energi kita terhubung dengan energi alam semesta. Nah kalau dahulu kita pernah belajar teknik tenaga dalam, dan setiap kali kita latihan menahan nafas untuk beberapa lama maka secara tidak langsung kita sudah belajar untuk menghimpun energi. Dalam teknik attunement/penyelarasan maka energi yang telah terhimpun tadi dihembuskan ke chakra mahkota(ubun-ubun) agar aktif dan berkembang sehingga energi reiki dapat masuk ke tubuh melalui chakra mahkota dan keluar melalui chakra telapak tangan kanan/kiri. Jadi perpaduan simbol attunement reiki dan menahan nafas oleh reiki master yang dalam istilah reiki disebut nafas ungu (violet breath) atau nafas naga api dan berwarna putih lalu berputar di jalur mikrokosmos diri kita lalu warna putih tadi berubah biru terang lalu berubah ungu terang sehingga siap dihembuskan untuk seketika itu juga memekarkan/mengaktifkan chakra mahkota dan chakra telapak tangan kanan/kiri.
    Bila sudah menjalani attunement langkah selanjutnya adalah melatih menempelkan kedua telapak tangan (menyalurkan)energi reiki ke badan kita yang sensasinya ada hawa panas menyengat,dingin bahkan sejuk dan masuk ke dalam tubuh kita. Nah energi reiki inilah yang kita harapkan bisa mengurangi keluhan rasa sakit diri kita atau orang lain. Inilah yang disebut self healing atau healing ke orang lain.Semakin sering kita menyalurkan reiki ke diri kita maka semakin bugar dan sehat diri kita asalkan pola hidup kita juga menganut pola hidup sehat ala dokter dan pelengkapnya adalah reiki.
    Itulah yang sudah 6 tahun saya praktikkan dan dengan izin Tuhan YME saya sampai saat ini masih diberikan kesehatan jasmani dan bisa membantu orang lain yang sedang sakit dengan reiki. Dibantu teman-teman lain dalam komunitas reiki Mas/Mbak setiap malam jam 22-22.30 wib bisa menerima reiki asal mau dan siap. Untuk jelasnya silakan baca postingan saya terdahulu Masih Seputar Reiki (sebelas). Semoga penjelasan ini berguna dan kalaupun masih kurang jelas saya persilakan menghubungi senior saya Master Reiki Ibu Susi Sulastri S.H

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama