Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Minggu, 17 Mei 2009

Perawatan Periodontal Yang Efektif Bagi Perokok Semakin Dekat

Porphyromonas gingivalisPara peneliti di Amerika Serikat telah menemukan mengapa para perokok lebih mudah menderita penyakit gusi kronis. Salah satu jenis bakteri yang bertanggung jawab terhadap infeksi jaringan periodontal dapat memberikan respon terhadap asap rokok dan mengubah kemampuannya dalam menginfeksi rongga mulut dari perokok.


Penelitian yang baru-baru ini dipublikasikan di Society for Applied Microbiology journal Environmental Microbiology, memperlihatkan bahwa bakteri Porphyromonas gingivalis dapat beradaptasi dan mengubah DNA serta membran proteinnya sebagai respon terhadap asap rokok.

Asap rokok dapat mengubah beberapa gen dari Porphyromonas gingivalis yang berhubungan dengan virulensi, detoksifikasi, mekanisme stress oksidatif, dan perbaikan DNA. Perubahan pun terjadi pula pada protein yang terdapat pada sel membran bakteri dan hal ini mempengaruhi karakteristik dari bakteri tersebut dan bagaimana sistem imun manusia mengenal patogen ini.

Hal inilah yang menjelaskan mengapa perokok lebih sulit memberikan respon terhadap perawatan periodontal dan lebih rentan terhadap penyakit rongga mulut yang disebabkan infeksi dari Porphyromonas gingivalis.

Peneliti dari University of Louisville, Dr David Scott mengatakan: "Sudah diketahui sejak lama bahwa perokok lebih rentan terhadap periodontitis dibandingkan dengan mereka yang bukan perokok. Bagaimanapun, alasannya masih belum terlalu jelas."

"Untuk pertama kalinya, penelitian kami memperlihatkan bahwa komponen dalam asap rokok mengubah kunci karakteristik dari bakteri patogen yang juga akan mengubah bagaimana sistem imun kita bereaksi terhadapnya. Hal ini membuat kita perlu mengembangkan alternatif rencana perawatan bagi perokok dan yang bukan perokok."

Moving Closer To An Effective Treatment For Gum Disease In Smokers


Perhatian:
Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.



Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan.

Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.


Kembali ke halaman utama

4 komentar:

  1. Salam kenal!
    Aku termasuk perokok berat, setiap harinnya tidak kurang dari 2bungkus rokok. keluhannya, saya sering merasa ngilu dibagian gigi depan, padahal saya selalu sikat gigi secara teratur dan benar. apakah ini efek dari rokok? lalu bagaimana cara mengobatinya? terus terang saya sering mengeluh saat aku makan sesuatu terutama makan es krim dan coklat. thanks!

    BalasHapus
  2. terimakasih pak buat informasinya.....
    sangat bermanfaat....

    BalasHapus
  3. GigiSehatBadanSehat18 Mei 2009 13.16

    @ghufron: bisa ya bisa tidak...
    harus dilihat juga kondisinya. biasanya gigi linu karena adanya lubang gigi ataupun akar gigi yang terbuka...

    rajin menyikat gigi bukan jaminan mendapatkan gigi yang sehat, yang betul: seharusnya menyikat gigi yang benar dan teratur...

    menyikat gigi yang salah, bisa menyebabkan akar gigi terbuka. ataupun kalo menyikat giginya tidak bersih, tentu bisa menyebabkan gigi berlubang.

    rokok, juga mempengaruhi kesehatan rongga mulut. biasanya kebersihan rongga mulut perokok agak kurang dan sangat rentan dengan penyakit gusi.

    sekarang kami anjurkan supaya mas ghufron mengunjungi dokter gigi untuk mendapatkan perawatan gigi yang dikeluhkannya ini. kemungkinan giginya harus dilakukan penambalan.

    jangan lupa untuk minta ke dokter giginya supaya diajarkan cara menyikat gigi yang benar.

    makasi ya pertanyaannya.

    @ sewa mobil: sama2 ya...sehat selalu!!

    BalasHapus
  4. untungnya aku gak ngerokok...ayo donk semuanya: stop rokok!!!

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama