Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Kamis, 03 Juli 2008

Gigi Linu: Penyebab dan Cara Mengatasinya (Bagian 2-tamat)


Prinsip perawatan gigi linu atau sensitif dapat dibagi menjadi tiga:
1.Desensitasi saraf gigi (mengurangi sensitivitas saraf gigi). Misalnya dengan pasta gigi yang mengandung kalium nitrat.
2.Menutup tubulus dentin (tabung-tabung kecil yang menyusun dentin) dengan melakukan penambalan, pembuatan mahkota, dan bedah periodontal (transplantasi gusi).
3.Menyumbat tubulus dentin dengan menggunakan bahan-bahan seperti natrium fluorida, kalium oksalat, strontium klorida, dan glutaraldehid.

Sedangkan macam-macam bahan yang dapat digunakan untuk perawatan gigi linu diantaranya:
1.Pasta gigi desensitasi. Pasta gigi ini dibagi menjadi dua macam berdasarkan cara kerjanya. Pertama dengan mengurangi sensitivitas saraf gigi, kedua dengan memberikan sumbatan pada tubulus dentin.
Bahan-bahan desensitasi yang umum digunakan diantaranya kalium nitrat, strontium klorida, fluoride, tumbuhan obat (misal: myrrh, chamomile, dan peppermint).
2.Kalsium hidroksida. Penggunaan bahan ini kurang mendapat dukungan.
3.Iontophoresis. Merupakan suatu perawatan gigi sensitif dengn cara mengaplikasikan arus listrik untuk memasukkan ion fluoride ke dalam dentin. Dengan teknik ini, fluoride yang diperoleh gigi dua sampai enam kali lebih banyak dibandingkan aplikasi fluoride secara topikal. Namun biayanya dapat dikatakan relatif cukup mahal.
4.Laser. Perawatan gigi linu dengan menggunakan teknologi laser, diantaranya adalah dengan menggunakan laser gallium-aluminum-arsenium, laser CO2, ataupun laser NdYAG.
5.ACP. Penggunaan amorphous calcium phosphate (ACP) dapat membentuk kristal hidroksi apatit pada email dan membentuk sumbatan pada daerah prisma email.

Apabila gigi sangat sensitif lebih dari tiga atau empat hari, bereaksi terhadap suhu panas dan dingin dari makanan atau minuman, sebaiknya Anda menemui dokter gigi Anda untuk mengetahui masalahnya dan cara mengatasinya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama