Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Rabu, 02 Juli 2008

Gigi Linu: Penyebab dan Cara Mengatasinya (Bagian 1)


Gigi linu atau gigi sensitif disebabkan oleh rangsangan terhadap ujung-ujung saraf yang berada di dalam tabung-tabung kecil yang terdapat di dalam dentin atau tulang gigi (lapisan dari gigi dibawah email). Apabila lapisan email hilang, atau akar gigi terbuka yang menyebabkan tabung-tabung kecil dari dentin ini terbuka, maka dapat
terjadi sensasi linu sampai sakit bila diberikan rangsang seperti rangsang suhu (makanan atau minuman yang panas atau dingin), rangsang sentuhan, rangsang osmotik (makanan manis), dan rangsang kimia (asam, obat kimia pemutih gigi).

Sensasi linu atau sakit ini dapat terjadi karena rangsangan-rangsangan tersebut dapat memicu pergerakan cairan di dalam tabung-tabung kecil di dalam dentin, gerakan cairan ini akan menstimulasi ujung-ujung saraf sehingga timbul rasa linu atau sakit. Khusus untuk rangsang kimia, rangsangan ini tidak berpengaruh terhadap gerakan cairan di dalam tabung-tabung dentin melainkan secara langsung menstimulasi ujung saraf gigi.

Ada berbagai penyebab tabung-tabung di dalam dentin terbuka:

1.Hilangnya lapisan email dan sementum (lapisan yang menyelubungi akar). Bisa diakibatkan oleh:
a.Erosi ataupun lubang gigi (akibat asam). Hal ini bisa dipicu oleh kebersihan mulut yang buruk, makanan atau minuman asam, penyakit atau kelainan tertentu (GERD, Chron’s disease, bulimia, xerostomia), tambalan ataupun anatomi gigi yang sedemikian rupa sehingga menyebabkan retensi atau menempelnya plak.

b.Atrisi gigi. Merupakan suatu kondisi hilangnya lapisan gigi (email ataupun dentin) akibat gesekan antar permukaan gigi. Dijumpai pada orang dengan kelainan bruxism (kebiasaan menggesek-gesekkan gigi), dan pada orang tua (karena penggunaan gigi yang sudah berlangsung lama)

c.Abrasi gigi. Hilangnya lapisan gigi (email, dentin, atau sementum) atau kerusakan gigi secara mekanis. Dapat diakibatkan oleh penggunaan sikat gigi yang terlalu keras dengan cara penyikatan yang tidak benar, penggunaan pasta gigi anti karang gigi yang mengandung bahan abrasif, perawatan scaling dan root planning untuk membuang karang gigi.
Kondisi akar gigi yang terbuka juga dapat memicu terjadinya erosi dan abrasi lapisan sementum. Sementum merupakan lapisan tipis yang menutupi permukaan akar gigi dan sangat mudah mengalami erosi ataupun abrasi.

d.Trauma. Trauma yang mengakibatkan retak atau pecahnya gigi juga dapat menyebabkan dentin terbuka. Selain itu perubahan drastis pada gigi (misalnya ketika makan dan minum dengan suhu panas dan dingin secara bersamaan juga dapat menimbulkan retak pada gigi).


2.Adaptasi tambalan gigi yang kurang baik.


3.Perawatan bleaching atau pemutihan gigi. Terkadang, tabung-tabung dentin yang terbuka tidak mengakibatkan gigi linu. Karena dalam kondisi tertentu, tabung-tabung tersebut dapat tertutup oleh debris ataupun bahan-bahan organik. Ketika melakukan perawatan bleaching, obat-obatan yang digunakan dapat melarutkan debris-debris tersebut sehingga menyebabkan tabung-tabung dentin tersebut kembali terbuka.


3 komentar:

  1. kapan di post bagian keduanya?

    BalasHapus
  2. Kalo gigi yg linu dicabut, apa ilang rasa skit atau linu nya??

    BalasHapus

Punya komentar atau pertanyaan tentang artikel di atas, tentang blog ini, atau tentang kesehatan? Silahkan isi di kotak komentar berikut:

Artikel Pada Kategori Yang Sama