Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Rabu, 08 Oktober 2014

Makanan Yang Efektif Sebagai Obat Alami

Obat-obatan alami adalah salah satu alternatif terbaik dalam meredakan gejala penyakit. Mungkin tidak sekuat obat kimia, namun obat alami cenderung lebih aman digunakan karena efek sampingnya yang sangat kecil bahkan hampir tidak ada. Yang harus diperhatikan dalam penggunaan obat alami adalah apabila gejala penyakit masih belum reda, segeralah hubungi dokter Anda. Selain itu, apabila ada gejala alergi segera hentikan penggunaannya dan konsultasikan dengan dokter.


Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit yang dapat diredakan dengan cukup efektif menggunakan obat-obatan alami yang direkomendasikan oleh para ahli:


1. Sakit Tenggorokan atau Batuk
Obat: Madu
Penelitian telah menemukan khasiat madu dalam meredakan tenggorokan yang gatal ataupun sakit. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh kandungan antibakteri dan antioksidan yang dimiliki oleh madu.

Tambahkan dua sendok teh madu ke dalam air hangat ataupun teh herbal. Minumlah secangkir tiap dua atau tiga jam sekali sesuai kebutuhan Anda. Selain itu, Anda juga dapat menambahkan madu ke dalam makanan lain seperti yogurt, salad, dan lain sebagainya.


2. Nyeri Otot
Obat: Jahe
Nyeri otot sering dialami setelah melakukan suatu aktivitas yang berat seperti berolah raga atau mengangkat beban berat. Sebuah penelitian yang diterbitkan di Journal of Pain menemukan bahwa subjek penelitian yang mengangkat beban berat merasakan berkurangnya rasa nyeri pada otot sebesar 25% setelah mengkonsumsi 2 gram jahe mentah (sekitar 2 sendok teh) setiap harinya selama satu setengah minggu, dibandingkan ketika mereka tidak mengkonsumsinya.

Menurut para ahli, hal ini dipengaruhi oleh kandungan antioksidan di dalam jahe yang disebut gingerol yang memiliki efek pengurang radang sama seperti yang dimiliki obat seperti ibuprofen.

Selain memilki efek anti radang, jahe juga memiliki kemampuan untuk meredakan rasa mual seperti yang dialami ketika mabuk kendaraan.


3. Insomnia
Obat: Kiwi
Mungkin banyak yang belum mengetahui bahwa buah kiwi dapat membantu Anda untuk tidur lelap. Para peneliti di universitas Taiwan menemukan bahwa dengan mengonsumsi 2 buah kiwi satu jam sebelum tidur selama sebulan, subjek penelitian dapat tidur lebih cepat 14 menit, memiliki durasi dan kualitas tidur yang lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menkonsumsi kiwi.

Menurut peneliti, buah kiwi ini dapat meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam menimbulkan rasa kantuk.


4. Migrain
Obat: Biji labu kuning
Rasa sakit pada kepala seperti pada kondisi migrain ternyata dapat pula diatasi dengan bahan alami yaitu biji buah labu kuning. Biji labu kaya akan kandungan magnesium. Penderita migrain seringkali mengalami defisiensi jenis mineral ini. Kekurangan magnesium dapat meningkatkan konstriksi atau penyempitan pembuluh darah yang ada di otak, sehingga terjadilah rasa nyeri seperti pada kondisi migrain.

Untuk mengatasi hal ini, Anda dapat mengkonsumsi seperempat cangkir biji labu sehari. Jumlah ini sudah cukup untuk memenuhi setengah kebutuhan harian magnesium Anda. Anda dapat menambahkan biji labu ke dalam oatmeal ataupun salad sebagai penambah rasa renyah.


5. PMS
Obat: Kacang Almond
Jengkel dengan gangguan PMS? Salah satu solusi nikmatnya adalah dengan cemilan kacang almond. Penelitian di American Journal of Clinical Nutrition menemukan bahwa wanita yang paling banyak mengkonsumsi riboflavin dari bahan makanan seperti kacang almond memiliki kecenderungan untuk mengalami PMS 35% lebih sedikit dibandingkan dengan yang tidak.

Riboflavin terlibat dalam meningkatkan neurotransmiter tertentu yang berperan dalam mengurangi munculnya gejala PMS. Dua ons kacang almond, atau sekitar 40 biji kacang almond, dapat memenuhi 30% dari kebutuhan riboflavin Anda.


6. Jet Lag
Obat: Buah Ceri
Buah ceri dapat membantu mengatasi gangguan jet lag akibat perjalanan jauh menggunakan pesawat. Buah ini kaya akan melatonin, suatu hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur Anda sehingga Anda akan merasa mengantuk ketika hari sudah mulai gelap dan merasa segar di siang harinya. Selain itu, buah ceri juga kaya akan vitamin A yang dapat meningkatkan kekebalan tubuh selama perjalanan Anda.

Untuk mengatasi gejala jet lag, konsumsilah sekitar segenggam buah ceri atau segelas jus buah ceri di hari keberangkatan Anda. Lalu, lakukan hal yang sama untuk beberapa hari pertama ketika Anda sudah tiba di tempat tujuan.


7. GERD
Obat: Buncis
Selain baik untuk jantung, buncis juga dapat mencegah gejala gastroesophageal reflux disease, yaitu suatu kondisi penyakit di mana asam lambung dapat naik ke kerongkongan dan menimbulkan gejala seperti rasa panas di dada.

Sebuah penelitian di jurnal Gut menemukan bahwa orang yang banyak mengkonsumsi makanan tinggi serat seperti buncis dan sayur-sayuran 20% lebih sedikit mengalami gejala GERD. Hal ini dikarenakan serat dapat membantu makanan keluar lebih cepat dari lambung, sehingga dapat mengurangi kemungkinan terjadinya reflux asam lambung.



Women Health: 7 Home Remedies That Work


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Makanan Yang Efektif Sebagai Obat Alami”  »»

Kamis, 24 April 2014

Berapa Banyak Kafein Bisa Disebut Berlebihan?

Banyak orang yang aktivitasnya bergantung kepada kafein. Kafein dikonsumsi jutaan orang untuk meningkatkan konsentrasi, meredakan kelelahan, dan menambah kesegaran. Namun, tentu jika dikonsumsi secara berlebihan kafein akan menimbulkan efek yang tidak diharapkan.


Mengkonsumsi kafein sebanyak 400 mg sehari tampaknya masih dapat dikatakan aman bagi orang dewasa sehat. Jumlah tersebut kira-kira sama dengan yang terdapat di dalam 4 cangkir kopi, 10 kaleng cola, ataupun 2 botol minuman energi.

Walaupun kafein aman bagi orang dewasa, zat ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak. Dan bagi remaja dan dewasa muda, konsumsi kafein sebaiknya juga dibatasi agar tidak lebih dari 100 mg sehari.

Konsumsi kafein dapat dikatakan berlebihan apabila lebih dari 500 sampai 600 mg sehari. Efek samping yang mungkin dapat ditimbulkan diantaranya:
1. insomnia
2. gugup
3. merasa kurang istirahat
4. mudah emosi
5. gangguan lambung
6. jantung berdebar
7. badan gemetar

Namun jumlah tersebut tidak bisa kita jadikan patokan. Karena beberapa orang ada yang lebih sensitif dengan kafein, sehingga mengkonsumsi dalam jumlah sedikit pun sudah dapat menimbulkan efek samping yang tidak diharapkan seperti merasa kurang istirahat dan gangguan tidur.

Ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi sensitivitas seseorang terhadap kafein. Diantaranya indeks massa tubuh, usia, konsumsi obat, gangguan ansietas, dan kebiasaan mengkonsumsi kafein dimana orang yang tidak terbiasa akan lebih sensitif terhadap efek negatif dari kafein.

Penggunaan kafein untuk mengatasi gangguan performa di siang hari akibat kurangnya waktu tidur, malah justru berakibat perputaran efek yang tidak diinginkan. Contohnya Anda mungkin bisa mengatasi rasa kantuk di siang hari dengan mengkonsumsi minuman berkafein. Namun, kafein ini nantinya bisa membuat Anda sulit untuk tidur nyenyak di malam hari sehingga Anda akan merasa mengantuk di siang harinya.

Ada beberapa obat dan suplemen herbal yang dapat berinteraksi dengan kafein. Diantaranya:
1. Beberapa antibiotik. Ciprofloxacin dan norfloxacin dapat mempengaruhi pemecahan kafein di dalam tubuh. Hal ini akan menyebabkan kafein bertahan lebih lama di dalam tubuh dan memperkuat efek negatif yang ditimbulkannya.

2. Theophylline. Obat ini memiliki efek seperti kafein. Mengkonsumsi obat ini ditambah dengan kafein, akan mengakibatkan meningkatnya konsentrasi theophylline di dalam darah. Hal ini Dapat menimbulkan efek negatif seperti mual, muntah, dan jantung berdebar.

3. Echinacea. Suplemen herbal ini juga dapat meningkatkan konsentrasi kafein di dalam darah yang juga akan meningkatkan efek negatif dari kafein itu sendiri.

Apabila Anda merasa berlebihan dalam mengonsumsi kafein dan ingin menguranginya ada satu hal yang perlu Anda ketahui. Pengurangan dosis kafein secara mendadak dapat menimbulkan efek ketagihan seperti sakit kepala, lelah, mudah emosi, dan rasa gelisah. Namun efek ini biasanya bersifat ringan dan dapat hilang dalam beberapa hari. Oleh karena itu, Anda dapat mengurangi asupan kafein secara bertahap untuk meminimalisir efek tersebut.


Mayoclinic: Caffeine, How Much Is To Much?


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Berapa Banyak Kafein Bisa Disebut Berlebihan? ”  »»

Senin, 31 Maret 2014

April Adalah Bulan Kepedulian Kanker Mulut

Di Amerika Serikat, pemerintah menetapkan bulan April sebagai Bulan Kepedulian Kanker Mulut. Tahun ini sendiri, hampir 42.000 penduduk Amerika terdiagnosis menderita kanker mulut atau tenggorokan. Oral Cancer Foundation pun mencoba mengkampanyekan agar orang-orang agar mau melakukan pemeriksaan rutin kanker mulut kepada dokter gigi. Pemeriksaan rutin dapat mendeteksi tanda awal dari kanker mulut, sehingga lesi kanker dapat disembuhkan dengan lebih mudah.


Selain melakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali, pasien juga perlu mengetahui dan mewaspadai tanda dan gejala berikut, dan segera menghubungi dokter gigi apabila tanda dan gejala tersebut tidak menghilang dalam dua minggu:
1. Rasa sakit atau iritasi pada mukosa mulut yang tidak hilang.
2. Bercak berwarna merah atau putih.
3. Kebas atau mati rasa pada mukosa mulut.
4. Benjolan, penebalan, ataupun lesi seperti sariawan yang tidak menghilang.
5. Sulit untuk mengunyah, menelan, berbicara, atau menggerakkan lidah dan rahang Anda.
6. Perubahan hubungan gigitan antara gigi rahang atas dan rahang bawah.

Peneliti telah mengidentifikasi beberapa faktor yang berkontribusi terhadap perkembangan kanker mulut. Mereka yang berisiko tinggi menderita kanker mulut adalah peminum alkohol dan perokok berat. Human papilloma virus, yang ditularkan secara seksual juga meningkatkan insidensi perkembangan kanker mulut pada pasien yang tidak merokok.

Mulut Anda adalah sistem pemberi peringatan awal yang paling penting yang memberitahukan adanya gangguan kesehatan di dalam tubuh. Jangan pernah abaikan adanya tanda-tanda di dalam mulut yang tidak sembuh lebih dari dua minggu. Segera periksakan diri ke dokter gigi untuk memastikan apakah tanda dan gejala tersebut membutuhkan perawatan lebih lanjut.


American Dental Association: April Is Cancer Awareness Month



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “April Adalah Bulan Kepedulian Kanker Mulut”  »»