Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Minggu, 25 Januari 2015

Tempat Kerja Anda Sering Membuat Anda Migrain? Ini Cara Menghindarinya

Anda perlu bersyukur apabila Anda cinta dengan pekerjaan Anda dan tempat kerja Anda adalah tempat yang nyaman karena mungkin Anda hampir tidak pernah mengalami yang namanya migrain. Tapi apabila Anda mendapatkan tingkat stress yang cukup besar, bisa jadi migrain adalah makanan Anda sehari-hari. Bagaimana cara menghindarinya tanpa harus melepas pekerjaan Anda saat ini?


Sebelumnya kita perlu mengetahui dulu apa saja pemicu migrain yang umum didapatkan dari tempat kerja. Penelitian menunjukkan bahwa jenis stress pemicu migrain adalah stress yang Anda dapatkan sehari-hari termasuk stress yang Anda dapatkan dari tempat kerja.

Berbagai kondisi pekerjaan yang menimbulkan stress misalnya adanya hubungan yang tidak baik dengan atasan maupun rekan kerja, lembur, ataupun dikejar deadline. Selain stress dari pekerjaan, tempat lingkungan kita bekerja juga dapat memicu timbulnya migrain.

Berbagai faktor di tempat kerja yang dapat memicu terjadinya migrain diantaranya:

1. Cahaya
Cahaya yang terlalu terang, cahaya yang berkedip-kedip, dan cahaya dari layar komputer dapat memicu terjadinya migrain. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa penderita migrain sangat sensitif dengan cahaya.

2. Bau
Bau yang tidak sedap ataupun menyengat juga dapat memicu terjadinya migrain pada beberapa orang, seperti misalnya bau rokok, parfum yang kuat, dan bau dari berbagai jenis bahan kimia.

3. Bising
Tempat kerja yang bising dapat menjadi pemicu migrain. Suara bising yang keras atau tiba-tiba dapat memicu migrain ataupun membuatnya bertambah buruk.

4. Makanan dan minuman
Ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu timbulnya migrain, jadi apabila Anda sering mengalami migrain cukup penting untuk memperhatikan apa yang Anda makan di tempat kerja. Makanan seperti daging, coklat, makanan atau minuman dengan pemanis buatan dan makanan yang mengandung penyedap rasa dapat memicu migrain Anda.

5. Pekerjaan yang terlalu berat
Apabila pekerjaan Anda membutuhkan tenaga fisik yang sangat besar, hal ini juga dapat menjadi pemicu migrain. Walaupun demikian, aktivitas fisik rutin seperti olahraga justru mungkin baik untuk mengurangi frekuensi migrain Anda.

6. Perjalanan jauh
Apabila pekerjaan Anda membutuhkan Anda untuk berpergian jauh sehingga pola makan dan pola tidur Anda terganggu, maka hal ini juga dapat menjadi pemicu migrain. Migrain yang dipicu dari perjalanan jauh juga dapat dipengaruhi dari adanya perubahan suhu, mabuk kendaraan, perubahan ketinggian, dan stress yang ditimbulkan dari kemacetan atau terlalu lama menunggu antrian di stasiun atau airport.

Tips Untuk Penderita Migrain dan Cara Menghindari Pemicu Migrain

Kuncinya adalah dengan mengetahui pemicu migrain Anda, karena setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Anda sendirilah yang mengetahui kapan migrain terjadi, dan apa yang Anda alami saat itu sehingga migrain itu timbul. Memang perlu waktu untuk mengenal pola ini sampai Anda mengetahui pemicu yang sebenarnya.

Sementara itu, Anda dapat mencoba tips berikut untuk menghindari migrain Anda:

1. Belajar bagaimana cara bersantai di tempat kerja Anda, bisa dengan bernapas yang dalam, atau dengan mendengarkan musik melalui earphone Anda.

2. Makan makanan yang sehat, dan jangan sampai melewatkan waktu makan Anda.

3. Cukupkan waktu tidur Anda.

4. Minum air yang cukup siap hari.

5. Kurangi berada di tempat yang silau. Hindari duduk di tempat dengan cahaya yang berkedip-kedip ataupun berpendar, dan pasang filter penyaring cahaya untuk layar komputer Anda.

Mungkin sebenarnya tanpa obat pun Anda juga dapat mengurangi frekuensi migrain. Ada sebuah penelitian di jurnal Cephalgia terhadap 91 pasien penderita migrain yang dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok diminta untuk berolahraga selama 40 menit tiga kali per minggu. Satu kelompok lain diminta untuk rajin mendengarkan rekaman relaksasi. Dan kelompok terakhir mengkonsumsi rutin obat pencegah migrain. Setelah tiga bulan, ketiga kelompok ini dapat mengurangi kondisi migrain yang biasa mereka alami, dalam kata lain olahraga dan relaksasi dapat mencegah timbulnya migrain sama efektifnya dengan obat. Jadi seberapa pun sibuknya Anda bekerja, selalu sempatkan diri untuk bersantai dan berolahraga.


Everyday Health: How to Avoid Migraine Headache Triggers at Work


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Tempat Kerja Anda Sering Membuat Anda Migrain? Ini Cara Menghindarinya”  »»

Minggu, 18 Januari 2015

Panduan Menjaga Kebersihan Sikat Gigi Anda

Menurut peneliti dari University of Manchester di Inggris, sikat gigi Anda adalah rumah dari 100 juta bakteri termasuk diantaranya bakteri E. coli dan staphylococci. Memang terdengar sangat kotor, namun Anda tidak perlu khawatir menjadi sakit karena pengaruh sikat gigi Anda karena masih ada sistem imun tubuh untuk melawan kuman pembawa penyakit. Dan tentu saja, ada langkah-langkah yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kebersihan sikat gigi, karena kita tidak pernah tahu kapan ada gangguan pada sistem pertahanan tubuh kita.


Berikut ini adalah panduan bagaimana cara menjaga kebersihan sikat gigi untuk meminimalisir jumlah kuman yang hinggap pada sikat gigi Anda.


1. Jauhkan sikat gigi dari toilet Sangat penting bagaimana Anda menyimpan sikat gigi di kamar mandi Anda. Pada kebanyakan kamar mandi, toilet diletakkan sangat dekat dengan wastafel yang merupakan tempat kebanyakan orang meletakkan sikat giginya.

Setiap Anda menyiram toilet, bakteri pada toilet dilepaskan ke udara. Dan Anda tidak akan mau kalau bakteri ini hinggap pada sikat gigi Anda.

Jadi, sebaiknya jangan simpan sikat gigi pada wastafel yang dekat dengan toilet. Atau paling tidak, pasanglah sebuah lemari kecil di kamar mandi Anda untuk menyimpan sikat gigi dan perlengkapan mandi lainnya. Dan pastikan selalu menutupi tutup toilet ketika Anda sedang menyiram toilet.


2. Bilas dengan bersih sikat gigi Anda menggunakan air setiap Anda menyikat gigi.


3. Biarkan sikat gigi Anda untuk mengering setiap selesai digunakan. Jangan gunakan penutup kepala sikat yang akan menyebabkan bulu sikat menjadi lembab. Bulu sikat yang lembab akan menjadi tempat yang bagus bagi kuman untuk berkembang biak.


4. Letakkan sikat gigi Anda dalam posisi berdiri, bukan dengan posisi tidur.


5. Jangan pernah gunakan sikat gigi orang lain, dan jangan biarkan orang lain menggunakan sikat gigi Anda.


6. Jangan simpan sikat gigi dengan posisi bulu sikat bersentuhan dengan bulu sikat gigi lain. Hal ini juga dapat memindahkan kuman yang ada pada masing-masing sikat gigi.


7. Selalu ganti sikat gigi Anda setiap 3 atau 4 bulan sekali. Apabila bulu sikat sudah rusak sebelum batas waktu tersebut, atau apabila Anda terserang sakit dan sistem pertahanan tubuh Anda berkurang, maka Anda dianjurkan untuk lebih sering lagi mengganti sikat gigi Anda. Dan terkadang, kita juga perlu lebih sering mengganti sikat gigi anak-anak daripada sikat gigi orang dewasa.


Medicine Net: The Ugly Truth About Your Toothbrush


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Panduan Menjaga Kebersihan Sikat Gigi Anda”  »»

Jumat, 16 Januari 2015

Bagaimana Asap Dari Perokok Mempengaruhi Jantung Anda

Walaupun Anda tidak merokok, asap rokok dari orang lain selain dapat meningkatkan risiko kanker paru, dia juga dapat merusak pembuluh darah dan membuat jantung Anda bekerja lebih berat. Menurut lembaga CDC Amerika Serikat, paparan terhadap asap rokok dapat meningkatkan risiko penyakit jantung sebesar 25-30%.


Pengaruh Menjadi Perokok Pasif Terhadap Jantung Anda
Ketika racun yang berasal dari asap rokok naik ke dalam sistem tubuh Anda, dia akan merusak dinding pembuluh darah Anda. Hal ini mengakibatkan menempel dan menumpuknya plak di sepanjang dinding pembuluh darah. Pembuluh darah Anda akan menyempit dan kaku, sehingga aliran darah pun terganggu tekanan darah pun lama kelamaan akan meningkat.

Jika berkelanjutan, kondisi ini dapat memicu terjadinya serangan jantung. Dan apabila tumpukan plak terlepas dan menyumbat pembuluh darah di otak, akan memicu terjadinya serangan stroke.


Ceritakan Kalau Anda Adalah Perokok Pasif
Kebanyakan dokter sering kali menanyakan apakah pasiennya perokok atau bukan. Namun, jarang ada yang menanyakan apakah pasiennya hidup atau tinggal di sekitar perokok atau sering terpapar asap rokok dari orang lain alias menjadi perokok pasif.

Apabila Anda tinggal atau sering berinteraksi dengan perokok, Anda juga harus mengatakannya kepada dokter Anda walaupun dia tidak menanyakannya. Dengan begitu, dokter Anda akan dapat melihat faktor risiko Anda terhadap penyakit jantung.


Lindungi Diri Anda Dari Asap Rokok Selain penting untuk menginformasikan kepada dokter Anda bahwa Anda sering terpapar asap rokok, Anda juga dapat mempertimbangkan langkah-langkah berikut untuk membatasi paparan asap rokok terhadap tubuh:

1. Minta kepada orang yang merokok di rumah atau tempat kerja Anda agar mau merokok di luar ruangan.

2. Jangan pernah izinkan orang untuk merokok di dalam mobil. Mobil adalah tempat tertutup dan akan membuat paparan terhadap asap rokok menjadi lebih buruk.

3. Hindari tempat-tempat seperti rumah makan yang mengizinkan pengunjungnya untuk bebas merokok.

4. Jika ada orang yang merokok di dekat Anda, minta agar orang tersebut mau menjauh dari Anda. Apabila dia tidak mau, Andalah yang pergi meninggalkannya.


Everyday Health: How Secondhand Smoke Risks Your Heart Health


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Bagaimana Asap Dari Perokok Mempengaruhi Jantung Anda”  »»