Dapatkan buku kami "Serba-Serbi Kesehatan Gigi & Mulut" di toko buku terdekat. Diterbitkan oleh penerbit buku anak muda Bukune. Selengkapnya: Buku: SERBA SERBI KESEHATAN GIGI & MULUT

Minggu, 23 Agustus 2015

Oral Medicine: Primary Herpes Simplex Virus Infections

Ada sekitar 600.000 kasus baru dari infeksi virus herpes simpleks primer per tahun di Amerika Serikat. Infeksi virus herpes simpleks primer terjadi pada pasien yang belum pernah terinfeksi virus ini, sehingga belum memiliki kekebalan tubuh. Virus herpes simpleks menular melalui kontak langsung dengan orang yang memiliki virus herpes simpleks aktif di dalam tubuhnya ataupun orang yang sedang mengalami rekurensi virus ini. Virus herpes simpleks primer juga dapat menular melalui saliva yang mengandung virus, walaupun penularnya tidak memperlihatkan gejala klinis.



Mayoritas infeksi virus herpes simpleks oral disebabkan oleh HSV1, namun infeksi HSV2 oral juga dapat terjadi karena kontak oral-genital. Infeksi pada jari (herpetic withlows) pada tenaga kesehatan profesional dapat terjadi ketika mereka melakukan perawatan pada pasien yang terinfeksi virus ini. Dokter gigi mungkin bisa mendapatkan lesi primer di jarinya melalui kontak dengan lesi yang terdapat di dalam mulut ataupun dengan saliva dari pasien yang merupakan karier HSV, walaupun pasien tersebut tidak menunjukkan gejala. Namun, risiko ini dapat diminimalisir tentunya dengan selalu menggunakan sarung tangan ketika bekerja. Penggunaan sarung tangan juga mencegah penyebaran HSV dari operator tenaga kesehatan yang terinfeksi herpetic withlows kepada pasiennya.

Sebelumnya diyakini kalau infeksi HSV primer pada bayi yang baru lahir disebabkan karena kontak langsung bayi dengan lesi HSV vaginal ketika persalinan, namun sekarang telah dipastikan bahwa mayoritas ibu yang melahirkan anak dengan HSV primer, merupakan ibu karier asimtomatik tanpa memiliki lesi. Infeksi pada bayi yang baru lahir merupakan akibat dari viremia, dan penyebaran infeksi pada otak, hati, adrenal, dan paru-paru.

Selama 6 bulan di awal kehidupannya, bayi dari ibu yang memilki titer antibodi dilindungi oleh antibodi yang disalurkan melalui plasenta. Setelah melewati masa 6 bulan, insiden infeksi HSV primer mengalami peningkatan. Insiden infeksi HSV 1 primer mencapai puncaknya antara umur 2-3 tahun. Sedangkan insiden infeksi HSV2 primer tidak akan meningkat sampai usia ketika aktivitas seksual dimulai. Penelitian tentang neutralizing dan complement-fixing antibodies untuk HSV telah menunjukkan adanya peningkatan berkelanjutan dari persentase pasien yang menerima kontak dengan virus sampai usia 60 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa walaupun infeksi HSV1 primer pada umumnya merupakan infeksi pada bayi dan anak-anak, banyak juga kasus baru yang muncul di usia dewasa. Hal ini konsisten dengan banyak laporan tentang kasus orang dewasa dengan herpetik gingivostomatitis primer.

Insiden infeksi herpes primer memiliki variasi yang dipengaruhi oleh grup sosial ekonomi. Pada grup sosial ekonomi rendah, 70-80% dari populasi memiliki antibodi HSV pada dekade kedua usia hidupnya. Hal ini mengindikasikan sebelumnya mereka telah menerima infeksi HSV. Sementara itu pada grup kelas menengah, hanya 20-40% pasien pada usia yang sama yang terbukti pernah memiliki kontak dengan HSV.

Persentase yang signifikan dari kasus herpes primer merupakan kasus subklinis. Meskipun begitu tingkat insiden dari riwayat herpetik gingivostomatitis primer yang rendah juga dipengaruhi oleh beberapa hal seperti usia pasien yang masih cukup muda saat menerima infeksi, diagnosis yang kurang tepat pada beberapa kasus, dan kasus herpetik faringitis yang secara klinis tidak dapat dibedakan dengan penyebab lain dari faringitis viral.


Burket's Oral Medicine: Ulcerative, Vesicular, and Bullous Lesions



Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Oral Medicine: Primary Herpes Simplex Virus Infections”  »»

Rabu, 19 Agustus 2015

Manfaat Minyak Kelapa Untuk Kesehatan Kulit Dan Kecantikan



Selain untuk keperluan dapur, siapa sangka kalau minyak kelapa juga memiliki manfaat untuk kecantikan dan kesehatan kulit. Minyak kelapa dapat digunakan untuk melembabkan kulit, membersihkan make up, dan masih banyak lagi manfaat lainnya yang akan kita bahas sekarang satu per satu. Semoga bermanfaat untuk Anda.



1. Hair Mask
Minyak kelapa berbentuk seperti krim padat pada suhu ruangan, dan akan mencair bila dihangatkan. Cairkan minyak kelapa yang masih padat, dengan meletakkan wadahnya pada air hangat. Setelah menggunakan shampo, usapkan minyak kelapa pada rambut yang basah lalu diamkan selama minimal 5 menit lalu bilas. Manfaatnya, minyak kelapa akan mengembalikan kelembaban dan kilau rambut Anda.

2. Body Oil
Minyak kelapa dalam bentuk krim padat, sangat cocok dijadikan moisturizer untuk kulit Anda. Usapkan setelah Anda mandi, sehingga minyak kelapa akan meresap ke dalam kulit Anda. Minyak kelapa juga akan memberikan aroma tropis lembut. Anda juga dapat mengkombinasikan minyak kelapa dengan minyak pepermin atau lavender untuk dijadikan minyak pijat.

3. Lip Balm
Bibir pecah-pecah juga dapat diatasi dengan menggunakan minyak kelapa. Anda dapat menyimpan minyak kelapa dalam bentuk padat di wadah kecil, sehingga dapat Anda bawa ke mana mana. Anda pun dapat menggunakannya kapan pun dan di mana pun Anda suka.

4. Pelembut Kutikula
Kutikula adalah kulit berwarna putih yang mengeras di pinggiran kuku. Minyak kelapa yang Anda simpan sebagai lip balm tadi, juga dapat digunakan untuk melembutkan kutikula di sekitar kuku Anda. Cukup dengan mengoleskannya dan biarkan meresap. Selain itu, kuku Anda juga akan bertambah kuat, dan tangan Anda pun juga akan terlihat muda.

5. Krim Bawah Mata
Kulit di bawah mata Anda tipis dan halus. Sehingga dia akan lebih rentan memperoleh garis kerut, kantung mata, dan lingkaran hitam. Apabila Anda tidak setuju untuk mengeluarkan dana lebih untuk membeli krim mata, Anda bisa menggunakan minyak kelapa sebagai alternatif. Gosokkan minyak kelapa yang berbentuk padat dengan dua jari untuk sedikit menghangatkannya, lalu usapkan pada kulit di bawah mata Anda.

6. Highlighter
Jika Anda ingin wajah terlihat lembab dan bercahaya, minyak kelapa juga bisa membantu Anda. Cukup oleskan sedikit minyak kelapa yang sudah cair di atas tulang pipi, pada filtrum (lekukan di atas tengah bibir), dan di atas alis.

7. Pembersih Make Up
Satu sendok teh minyak kelapa, dapat dengan mudah membersihkan make up yang sudah menempel seharian di wajah Anda. Cukup hangatkan minyak kelapa hingga meleleh, pijatkan pada wajah Anda, dan lihat bagaimana make up Anda terangkat. Selanjutnya, cuci wajah Anda dengan air hangat hingga bersih.

8. Body Scrub
Campur setengah cangkir garam atau gula pasir dengan setengah cangkir minyak kelapa. Gosokkan campuran ini ke seluruh tubuh Anda untuk mengangkat kulit mati sekaligus melembabkan kulit Anda. Hasilnya: kulit yang selembut kulit bayi. Untuk bagian kulit yang lebih tebal, seperti siku ataupun kaki, Anda dapat menambahkan lebih banyak garam atau gula pasir. Tubuh Anda pun akan memiliki aroma tropis, namun Anda juga dapat menambahkan minyak lavender untuk mendapatkan aroma yang berbeda.

9. Shaving Cream
Apabila Anda kehabisan krim cukur, minyak kelapa juga bisa menjadi alternatif yang baik. Hangatkan minyak kelapa, lalu usapkan pada bagian kulit yang akan dicukur. Pisau cukur Anda akan berjalan dengan mulus dan sangat dekat dengan permukaan kulit, sehingga hasil cukurnya lebih optimal. Ditambah lagi kulit Anda akan mendapatkan ekstra kelembaban.


Health Magazine: Surprising Beauty Uses for Coconut Oil

Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Manfaat Minyak Kelapa Untuk Kesehatan Kulit Dan Kecantikan ”  »»

Minggu, 25 Januari 2015

Tempat Kerja Anda Sering Membuat Anda Migrain? Ini Cara Menghindarinya

Anda perlu bersyukur apabila Anda cinta dengan pekerjaan Anda dan tempat kerja Anda adalah tempat yang nyaman karena mungkin Anda hampir tidak pernah mengalami yang namanya migrain. Tapi apabila Anda mendapatkan tingkat stress yang cukup besar, bisa jadi migrain adalah makanan Anda sehari-hari. Bagaimana cara menghindarinya tanpa harus melepas pekerjaan Anda saat ini?


Sebelumnya kita perlu mengetahui dulu apa saja pemicu migrain yang umum didapatkan dari tempat kerja. Penelitian menunjukkan bahwa jenis stress pemicu migrain adalah stress yang Anda dapatkan sehari-hari termasuk stress yang Anda dapatkan dari tempat kerja.

Berbagai kondisi pekerjaan yang menimbulkan stress misalnya adanya hubungan yang tidak baik dengan atasan maupun rekan kerja, lembur, ataupun dikejar deadline. Selain stress dari pekerjaan, tempat lingkungan kita bekerja juga dapat memicu timbulnya migrain.

Berbagai faktor di tempat kerja yang dapat memicu terjadinya migrain diantaranya:

1. Cahaya
Cahaya yang terlalu terang, cahaya yang berkedip-kedip, dan cahaya dari layar komputer dapat memicu terjadinya migrain. Sebuah penelitian yang diterbitkan di jurnal Nature Neuroscience menemukan bahwa penderita migrain sangat sensitif dengan cahaya.

2. Bau
Bau yang tidak sedap ataupun menyengat juga dapat memicu terjadinya migrain pada beberapa orang, seperti misalnya bau rokok, parfum yang kuat, dan bau dari berbagai jenis bahan kimia.

3. Bising
Tempat kerja yang bising dapat menjadi pemicu migrain. Suara bising yang keras atau tiba-tiba dapat memicu migrain ataupun membuatnya bertambah buruk.

4. Makanan dan minuman
Ada beberapa jenis makanan yang dapat memicu timbulnya migrain, jadi apabila Anda sering mengalami migrain cukup penting untuk memperhatikan apa yang Anda makan di tempat kerja. Makanan seperti daging, coklat, makanan atau minuman dengan pemanis buatan dan makanan yang mengandung penyedap rasa dapat memicu migrain Anda.

5. Pekerjaan yang terlalu berat
Apabila pekerjaan Anda membutuhkan tenaga fisik yang sangat besar, hal ini juga dapat menjadi pemicu migrain. Walaupun demikian, aktivitas fisik rutin seperti olahraga justru mungkin baik untuk mengurangi frekuensi migrain Anda.

6. Perjalanan jauh
Apabila pekerjaan Anda membutuhkan Anda untuk berpergian jauh sehingga pola makan dan pola tidur Anda terganggu, maka hal ini juga dapat menjadi pemicu migrain. Migrain yang dipicu dari perjalanan jauh juga dapat dipengaruhi dari adanya perubahan suhu, mabuk kendaraan, perubahan ketinggian, dan stress yang ditimbulkan dari kemacetan atau terlalu lama menunggu antrian di stasiun atau airport.

Tips Untuk Penderita Migrain dan Cara Menghindari Pemicu Migrain

Kuncinya adalah dengan mengetahui pemicu migrain Anda, karena setiap orang memiliki pemicu yang berbeda. Anda sendirilah yang mengetahui kapan migrain terjadi, dan apa yang Anda alami saat itu sehingga migrain itu timbul. Memang perlu waktu untuk mengenal pola ini sampai Anda mengetahui pemicu yang sebenarnya.

Sementara itu, Anda dapat mencoba tips berikut untuk menghindari migrain Anda:

1. Belajar bagaimana cara bersantai di tempat kerja Anda, bisa dengan bernapas yang dalam, atau dengan mendengarkan musik melalui earphone Anda.

2. Makan makanan yang sehat, dan jangan sampai melewatkan waktu makan Anda.

3. Cukupkan waktu tidur Anda.

4. Minum air yang cukup siap hari.

5. Kurangi berada di tempat yang silau. Hindari duduk di tempat dengan cahaya yang berkedip-kedip ataupun berpendar, dan pasang filter penyaring cahaya untuk layar komputer Anda.

Mungkin sebenarnya tanpa obat pun Anda juga dapat mengurangi frekuensi migrain. Ada sebuah penelitian di jurnal Cephalgia terhadap 91 pasien penderita migrain yang dibagi menjadi tiga kelompok. Satu kelompok diminta untuk berolahraga selama 40 menit tiga kali per minggu. Satu kelompok lain diminta untuk rajin mendengarkan rekaman relaksasi. Dan kelompok terakhir mengkonsumsi rutin obat pencegah migrain. Setelah tiga bulan, ketiga kelompok ini dapat mengurangi kondisi migrain yang biasa mereka alami, dalam kata lain olahraga dan relaksasi dapat mencegah timbulnya migrain sama efektifnya dengan obat. Jadi seberapa pun sibuknya Anda bekerja, selalu sempatkan diri untuk bersantai dan berolahraga.


Everyday Health: How to Avoid Migraine Headache Triggers at Work


Perhatian: Dibebaskan menyalin sebagian ataupun keseluruhan isi blog ini demi kepentingan pendidikan kesehatan bagi masyarakat umum dengan ketentuan mencantumkan alamat link blog ini sebagai sumbernya.
Apabila Anda ingin berlangganan berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat, daftarkanlah alamat email Anda dengan meng-klik kata berlangganan: Berlangganan. Berita terbaru dari Gigi Sehat Badan Sehat akan langsung dikirimkan ke email Anda.
Kembali ke halaman utama

Lanjut membaca: “Tempat Kerja Anda Sering Membuat Anda Migrain? Ini Cara Menghindarinya”  »»